SuaraJogja.id - Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Jogja mulai mendapat pasokan minyak goreng curah untuk dijual lagi ke masyarakat. Namun begitu pihaknya masih pikir-pikir ulang sesuai HET sebesar Rp15.500 per kilogram.
Hal itu disampaikan Iswarini, salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Timur. Menurutnya dengan adanya minyak goreng curah bersubsidi ini mendongkrak pendapatannya.
"Kalau saya itu biasa jual yang kemasan. Kebetulan dapat stok untuk minyak goreng curah ini. Ya kalau dijual kan dari pemerintah imbauannya Rp15.500 per kilogram, nanti dijual ya pasti lebih juga, mungkin Rp17 ribu atau Rp18 ribu per kilogram, nanti saya lihat di pasarannya berapa," katanya kepada suarajogja.id di sela pembagian minyak goreng curah di Pasar Beringharjo, Sabtu (26/3/2022).
Wanita 72 tahun itu memang baru pertama menjual minyak goreng curah di Pasar Beringharjo. Ia mendapat jatah sebanyak 3 jerigen.
"Satu jerigennya kan 17 kilogram, ya nanti saya jualnya per kilo juga. Dikemas di plastik begitu. Sekarang banyak yang mencari juga kan? (minyak goreng)," kata dia.
Seorang pedagang lain, Zainal Fanani mengaku bahwa harga minyak goreng curah memang sudah tak terkendali. Biasanya Rp14 ribu, sekarang dapat mencapai Rp20 ribu.
"Kalau saya kan jualan gorengan, ya kemarin itu susah sekali dapat minyak yang murah. Apalagi beberapa hari kemarin sempat langka. Mau tidak mau berhemat, dan saya kurangi jumlah gorengannya. Walaupun ada, (migor curah) harganya mahal semua," keluhanya.
Dalam dua hari Zainal membutuhkan 6 liter migor curah. Dengan adanya minyak curah ini menjadi angin segar bagi Zainal karena bisa bertahan untuk beberapa hari ke depan.
"Tadi dapat 15 jerigen, ya nanti digunakan untuk beberapa keperluan," katanya.
Koordinator Industri Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Lila Harsya Bachtiar mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian sebenarnya sudah memetakan kebutuhan migor di tiap Provinsi.
"Kalau DIY dari data BPS 2021 menyebutkan kebutuhan minyak goreng curah itu per hari sekitar 119 ton. Sebenarnya kita sudah memetakan kebutuhan minyak itu di setiap provinsi," kata Lila ditemui di Pasar Beringharjo.
Ia mengatakan Kementerian Perindustrian sendiri juga telah menghitung alokasi pasokan produsen yang ada di pabrik seluruh Indonesia. Sehingga pembagiannya akan lebih terukur.
Tak hanya itu, mapping dan penugasan pada pabrik pembuat minyak goreng yang ada di seluruh wilayah juga telah dilakukan. Sehingga produsen ini mengirim stok migor sesuai kesepakatan dengan pemerintah pusat.
Lila menjelaskan bahwa dengan ketersediaan minyak goreng yang telah dinilai cukup ini, sedikitnya ada alokasi buffer stock sekitar 30-50 persen dari kebutuhan normal minyak di setiap provinsi.
"Termasuk di DIY sehingga nanti seluruh pasokan dan kebutuhan minyak goreng curah ini bisa dipenuhi," katanya.
Berita Terkait
-
Satgas Pangan Ingatkan Penjual Minyak Goreng Jangan Coba-coba Curang, Pelaku Bisa Didenda Rp5 Miliar
-
Kapolri Perintahkan Kapolda Cek Stok Minyak Goreng di Pasar, Antisipasi Kelangkaan Jelang Ramadhan
-
Minyak Goreng Curah Menghilang di Pasar Tradisional Tebing Tinggi
-
Harap Produsen Akselerasi Produksi Minyak Goreng Curah, Kapolri: Jangan Lagi Terjadi Kelangkaan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik