SuaraJogja.id - Pemerintah menetapan vaksin booster atau dosis ketiga menjadi salah satu syarat masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik tahun ini. Lalu apakah masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster masih tetap dapat mudik?
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa semua orang tetap bisa mudik tahun ini. Walaupun dengan berbagai aturan yang perlu dilakukan.
"Sebenarnya semua orang bisa mudik. Karena kalau tidak booster tiga kali, dia harus menyertakan pemeriksaan PCR kalau dia baru dapat satu kali dan kalau dua kali (vaksin) dia harus periksa antigen sebagai persyaratan dia melakukan perjalanan," kata Nadia ditemui di Puskesmas Godean 2, Rabu (30/3/2022).
Kendati demikian, Nadia tetap menyarankan masyarakat yang belum mendapat vaksinasi dosis ketiga untuk segera mencari. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan proteksi baik terhadap diri sendiri maupun keluarga yang akan dikunjungi saat mudik.
Baca Juga: Mau Mudik Saat Lebaran? Yuk Jangan Tunda Suntik Vaksin Booster
"Dan ingat anak usia 6 tahun belum mendapatkan vaksinasi. Jadi untuk bisa kita melindungi anak-anak kita pada saat mudik dan lebaran adalah kita orang-orang dewasa mendapatkan vaksinasi," ungkapnya.
Ditegaskan Nadia bahwa syarat vaksinasi booster itu sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada para pemudik. Selain juga orang yang dikunjungi pada saat mudik serta tidak terkecuali saat pemudik itu kembali dari perjalanan mudik.
"Kita tahu lebaran dan juga ramadhan tahun ini mungkin agak berbeda ya, dikarenakan pemerintah sudah memberikan pelonggaran aktivitas termasuk kegiatan untuk ramadhan maupun kegiatan untuk mudik," urainya.
"Artinya nih kita harus sambut baik kelonggaran ini karena sudah dua tahun masyarakat rindu untuk berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman, tetapi yang paling penting kita sadari suasana ini masih dalam kondisi pandemi," sambungnya.
Dengan proteksi dari vaksinasi booster yang lebih tinggi itu diharapkan juga akan mengurangi kemungkinan masyarakat terpapar Covid-19. Terlebih dengan mencegah akibat paparan yang berujung pada gejala berat.
"Karena biasanya kalau mudik pasti kita mengunjungi keluarga yang lebih tua atau yang dituakan. Padahal kita tahu, usia lansia yang punya komorbid itu memiliki resiko yang tinggi untuk tingkat keparahan dan kematian," jelasnya.
Berita Terkait
-
Persiapan Balik Mudik, Cek Harga Tiket Kereta Bandara Sekarang!
-
Mudik Balik Lebaran 2025: Pilih Waktu Tepat, Pulang Jadi Nikmat
-
Libur Lebaran di Solo: Rekomendasi Kolam Renang Keluarga yang Asyik
-
One Way Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Kapan? Cek Jadwalnya di Sini!
-
Mudik Lebaran 2025 Sepi, Pengamat Ungkap Biang Keroknya
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan