SuaraJogja.id - Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi mengaku sudah melakukan olah TKP hingga tiga kali terkait kasus dugaan kejahatan jalanan atau klitih yang menewaskan remaja di Gedongkuning. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV untuk menangkap pelaku.
Dari pantauan di lokasi kejadian, Tim Inafis dan jajaran Polda DIY melakukan olah TKP kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (4/4/2022).
"Kejadiannya Minggu (3/4/2022) sekitar pukul 02.10 WIB. Anggota patroli Sabhara Polda dan Polsek menemukan seorang laki-laki mengalami luka di muka. Korban sudah tak sadarkan diri pada waktu itu," kata Ary di sela olah TKP di sekitar kantor Kalurahan Banguntapan, Bantul, DIY, Senin.
Ia mengatakan belum menemukan identitas terduga pelaku yang menewaskan seorang remaja berinisial DAA tersebut. Hingga kini dirinya masih mengumpulkan sejumlah alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.
Dari pemeriksaan dan penulusuran yang dilakukan, terungkap terdapat 2 kendaraan bermotor yang membuntuti korban. Masing-masing kendaraan dikendarai oleh 2 dan 3 penumpang. Sehingga total terduga pelaku atas kejadian ini sebanyak 5 orang.
"Pelaku diduga menggunakan kendaraan bermotor roda dua ada 2 kendaraan. Satu kendaraan ditumpangi 2 orang dan satunya 3 orang. Masih kita dalami dan olah TKP berkali-kali. Kita cari saksi kemudian menelusuri jejak di sekitar TKP. Mulai dari CCTV dan barang bukti yang ada di sekitar TKP," katanya.
Disinggung aktivitas DAA di pagi buta itu, Ary belum bisa menjelaskan lebih detail. Hanya saja aktivitas berlangsung pada dini hari.
"Identitas korban inisial D. Korban sudah dimakamkan di Kebumen, Minggu siang (3/4/2022). Korban meninggal di rumah sakit setelah beberapa saat. Luka dimuka, akibat peristiwa itu," ujar dia.
Ary cukup menyayangkan dengan aksi kejahatan jalanan yang masih terjadi di situasi saat ini. Pihaknya berharap hal ini menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Sempat Keluarkan Celurit, 2 Remaja Diduga Pelaku Klitih Diamankan Warga di Tegalrejo
Peran orang tua harus hadir untuk mengawasi aktivitas anaknya. Terutama agar tidak keluar rumah pada dini hari. Sebab, potensi terjadi aksi kriminalitas bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan