SuaraJogja.id - Bank Indonesia (BI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan festival Digitalisasi Jogja (Digijog) 2022. Ini sebagai upaya akselerasi digitalisasi ekonomi di DIY.
Kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, perbankan, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), dan stakeholder lainnya tentang Digijog Festival 2022. Selain untuk mendukung Pemda DIY menciptakan ekosistem digital yang seluas-luasnya di DIY, Digijog Festival 2022 juga sejalan dengan kebijakan BI.
"Untuk mendorong akselerasi pencapaian Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, inovasi bidang ekonomi dan keuangan digital serta mendukung pemulihan ekonomi nasional, termasuk untuk mencapai target 15 juta pengguna QRIS di tahun 2022," ungkapnya, Rabu (27/4/2022).
Salah satu kegiatan dalam rangkaian Digijog Festival 2022 adalah Digi TransJogja, kolaborasi antara Bank Indonesia DIY bersama BPD DIY dan PT. AMI. Digi TransJogja menawarkan promo naik bus TransJogja cukup membayar Rp1 dengan menggunakan QRIS.
"Promo ini berlaku mulai tanggal 27 April hingga 3 Mei 2022 selama kuota tersedia dan dapat digunakan langsung saat transaksi di 73 halte maupun di 128 bus yang dikelola oleh PT. AMI," katanya.
Kick Off Digi TransJogja telah dilaksanakan pada Senin (25/4/2022), dirangkaikan dengan sosialisasi QRIS kepada seluruh pengelola bus TransJogja.
"Kegiatan sosialisasi QRIS diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengelola terkait QRIS serta proaktif mengedukasi masyarakat untuk menggunakan QRIS saat membayar tiket TransJogja," ujarnya.
Selain itu, momentum libur panjang diharapkan dapat meningkatkan penggunaan QRIS oleh para wisatawan yang memanfaatkan jasa TransJogja. Rangkaian kegiatan Digijog Festival 2022 yang telah berjalan yakni QRIS ASN, UMKM SIAP QRIS Kaliurang, Festival QRIS Ramadan, QRIS di Teras Malioboro, QRIS Goes To School dan QRIS Go-Door Pak Mo.
"Ke depan, rangkaian kegiatan Digijog Festival akan menyasar berbagai community based seperti keagamaan, pendidikan, pariwisata, pasar serta komunitas masyarakat lainnya," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Ada Transportasi Umum Bertahun-tahun, Trans Jogja Uji Coba Rute Kaliurang
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi