SuaraJogja.id - Produksi sampah di Kota Jogja sendiri mengalami peningkatan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menyebut jumlah sampah di Jogja meningkat 15 persen selama libur lebaran 2022 Ini.
"Meningkatnya sekitar 15 persen. Namun kelihatannya di sekitar Jalan Sudirman dan Malioboro," kata Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto dihubungi wartawan, Kamis (5/5/2022).
Sugeng melanjutkan bahwa memang lokasi Malioboro didatangi banyak orang untuk saat ini. Namun produksi sampah lain juga disumbang dari wilayah lain termasuk sampah rumah tangga.
"Jadi hampir semua wilayah di Jogja, selama libur seperti ini kan produksi sampah jadi lebih banyak. Jadi kami harus tetap bersiap untuk membersihkan," kata dia.
Seperti di Malioboro yang masih banyak didatangi wisatawan sampai hari ini. Armada pengangkut sampah segera dioperasikan ketika kondisi wisatawan sudah landai.
"Karena dari Tugu Pal Putih ke Malioboro itu ranahnya UPT Kawasan Cagar Budaya untuk pengumpulan sampah, kita bantu untuk pengangkutannya. Jadi dari petugas kawasan di sana sudah dimasukkan ke dalam plastik. Nah ketika malam hari kita angkut semuanya," terang dia.
Sugeng mengatakan jadwal pengangkutan sampah di Malioboro harus dilakukan malam hari. Pasalnya ketika dilakukan siang atau sore hari, berpotensi menghambat akses jalan karena jam rawan macet.
"Jadi agar lebih kondusif, kita mengangkut malam hari, artinya lokasi di sana tidak ada penumpukan sampah juga," kata dia.
Sugeng berharap, selama cuti lebaran kali ini TPST Piyungan di Bantul tidak ditutup sementara karena peningkatan sampah ini. Hal itu bisa menyebabkan kondisi sampah menutup akses jalan raya yang ada di Kota Jogja.
Baca Juga: Masyarakat Bandung Punya PR Untuk Kurangi Sampah Hingga 800 Ton Perhari! Ini yang Harus Dilakukan
Sugeng mengatakan produksi sampah pernah harinya untuk Kota Jogja sendiri mencapai 370 ton. Kebaikan 15 persen ini disebut wajar karena banyaknya orang yang berdatangan ke DIY.
"Artinya kita usahakan sampah-sampah ini tertangani. Maka dari itu harapan kita warga dan juga wisatawan membuang sampah ke tempat yang disediakan, agar memudahkan pengangkutan," terang dia.
Berita Terkait
-
Masyarakat Bandung Punya PR Untuk Kurangi Sampah Hingga 800 Ton Perhari! Ini yang Harus Dilakukan
-
Waduh, Produksi Sampah di Pontianak Meningkat Selama Ramadhan, Petugas Terpaksa Lembur
-
Buntut Tutup Tiga Hari, Pemda DIY Tutup Zona TPST Piyungan
-
DLH Kerja Keras Awasi TPS, Kota Pontianak Produksi 300 Ton Sampah Tiap Hari
-
Terdampak Penutupan Sementara TPST Piyungan, Sunarto Kesulitan Cari Plastik Bekas
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas