SuaraJogja.id - Odong-odong seharusnya wahana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga harus dibuat dengan desain yang menarik serta tidak terlalu cepat. Kalau sebaliknya, bisa-bisa membuat anak-anak ketakutan bahkan menjadi trauma.
Selama ini odong-odong selalu menjadi wahana permainan yang dicari anak-anak. Mereka menyukainya karena odong-odong memberikan desain yang menarik, sehingga anak-anak terasa seperti menaiki kuda sungguhan.
Namun potret odong-odong yang satu ini justru sebaliknya. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @thanteutic, memperlihatkan odong-odong dengan konsep yang unik. Wahana permainan ini memiliki jalur yang panjang dan dipasang di sebuah area bermain yang rimbun akan pepohonan.
Hanya saja laju odong-odong ini terlalu cepat dan memiliki getaran yang kuat, sehingga anak-anak yang menaiki odong-odong ini tidak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.
Terlihat dalam video seorang anak yang menaiki odong-odong unik ini. Saat odong-odong berjalan, bocah laki-laki ini tampak kaget, dan sepanjang odong-odong berjalan tidak ada raut wajah kegembiraan dari anak itu.
Bahkan ketika permainan odong-odong selesai, bocah tadi hanya melihat sekeliling dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka. Kemungkinan ia masih syok sehabis menaiki odong-odong seram ini.
“Odong-odong terseram bagi anak-anak. Setelah berhenti adiknya plonga plongo shock banget itu,” tulis keterangan di video.
Penampakan odong-odong seram itu memantik reaksi dari warganet. Banyak warganet yang kasihan dengan anak tersebut, dan menilai kalau wahana permainan itu berjalan terlalu cepat sehingga membuat anak-anak ketakutan.
“Hebat banget gak nangis, aku liatnya aja serem,” ucap warganet.
“Baru jalan langsung kenceng banget. Syok, kaget, pasti banyak yang nangis,” imbuh warganet.
Baca Juga: Polisi Ini Tiba-tiba Muncul dari Tengah Kerumunan Konser, Penonton Dibikin Senam Jantung
“Adiknya yang naik odong-odong saya yang tarik nafas panjang syok liatnya,” ungkap warganet.
“Ini kalo aku yang naik nangis si, jauh ga sesuai ekspektasi soalnya,” tutur warganet.
“Tapi apa ga bahaya ya? Apalagi kalo bocil yang takut trus langsung lepas pegangan,” tanya warganet.
Tidak diketahui dimana lokasi odong-odong tersebut. Semoga saja pihak pengelola dapat menyesuaikan lagi wahana permainannya, agar lebih lambat sehingga tidak membahayakan anak-anak.
Video odong-odong seram ini mendapatkan 17.303 likes dan 681 komentar dari warganet di Instagram.
Berita Terkait
-
Bilqis Anak Ayu Ting Ting Ubah Gaya Rambut Jadi Lurus, Netizen: Cantik Banget
-
Viral Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak-anak di Mall Berupaya Kabur Saat Kepergok, Sempat Ancam Bunuh Perekam Video
-
Nagita Slavina Pakai Barang Murah Harga Rp75 Ribu, Netizen: Serius Nolnya Nggak Kurang?
-
Odong-Odong Ini Putar Lagu Bruno Mars, Abangnya Ikut Joget Sendiri
-
Biasa Kendarai Supercar, Rudy Salim Naik Odong-Odong Bikin Ngakak
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK