SuaraJogja.id - Pria berinisial FAS (27) diamankan polisi setelah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap anak. Ia dicokok polisi setelah melakukan eksploitasi dan distribusi materi pornografi dan kesusilaan korban anak melalui jaringan media sosial.
Dari pengembangan informasi yang dilakukan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda DIY AKBP Roberto Pasaribu menyebutkan, pihaknya menemukan 10 grup percakapan di WhatsApp. Selain itu, ada pula satu grup Facebook yang beranggotakan 91 ribu akun.
Tersangka diketahui sudah tergabung dalam beberapa grup di media sosial tersebut. Grup-grup itu berisi nomor-nomor yang memang dipersiapkan sebagai target yang adalah korban anak-anak.
"Pengembangan informasi, dari barang bukti digital yang kami terima yang kami sita di lapangan terkait tersangka FAS kami menemukan 10 grup percakapan WA grup, rata-rata WA grupnya mencapai 250 anggota," kata Roberto kepada awak media di Mapolda DIY, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Periksa Psikologis Pedofil Asal Klaten, Polda DIY: Dia Sadar Melakukan Sebuah Kejahatan
Disampaikan Roberto, grup tersebut hanya berisi percakapan yang mengarah pada kejahatan seksual pada anak, termasuk juga berbagi video, foto, nomor telepon target korban, yang rata-rata semua usia anak.
"Ini harus kita mengerti bahwa begitu berbahayanya sosial media pada sekarang. Bahkan yang lebih gilanya, ada satu akun Facebook beranggotakan 91 ribu member," ucapnya.
Ia mengatakan polisi masih melakukan analisis lebih jauh terkait dengan jaringan dalam grup tersebut, apakah juga melibatkan jaringan luar negeri atau tidak.
Dari grup-grup tersebut, polisi berhasil mengumpulkan 3.800 gambar yang berisi video dan foto. Saat ini pihaknya tengah coba melakukan dengan metode analisa wajah maupun juga gambar dengan tools yang ada.
"Saat ini ada 60 gambar yang merupakan produksi baru, belum pernah beredar dan korbannya adalah anak. Ini yang sekarang kami sedang melakukan target pengejaran anggota masih di lapangan," tuturnya.
Baca Juga: Beraksi Sejak Mei, Pelaku Pedofil Mengaku Teman Sebaya Guna Perdaya Para Korbannya
"Kita berharap ini bisa terungkap tuntas karena yang akan kita kejar ini adalah admin maupun orang yang men-sharing video itu pertama kali," sambungnya.
Berita Terkait
-
Ada 5,5 Juta Konten Pornografi Anak di Dunia Maya, Menkomdigi: Terbesar ke-4 di Dunia
-
Puasa di Era Digital: Nonton Film Porno? Ini Hukumnya!
-
Dicap Pedofil, Interaksi Janggal Kim Soo-hyun juga Terlihat di Depan Artis Cilik Ini
-
Jangan Diam, Masyarakat Harus Berani Speak Up jika Ada Anak Lain Ikut Dicabuli Kapolres Ngada
-
Apa Ciri-ciri Pedofil? Diduga Perilaku Kim Soo Hyun yang Meresahkan ke Kim Sae Ron
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan