SuaraJogja.id - Umat Muslim baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha, Sabtu dan Minggu (9-10/7/2022) lalu. Pada momen perayaan tersebut sudah lumrah jika terlihat antrian warga untuk mendapatkan daging kurban.
Pada video yang diunggah oleh @yaikelot di TikTok hari Minggu (10/7/2022) ini, terlihat seorang pria yang tidak kebagian daging kurban. Pria tersebut sudah mengantri dengan tertib tapi tetap tidak diberi daging.
“Pembagian daging qurban, satu per satu dapat. Lah kenapa dia dilewatin?” tulis @yaikelot yang mengunggah video tersebut.
Suasana pembagian daging kurban di dalam video terlihat kondusif. Ada dua barisan warga yang terlihat mengantri. Lalu tibalah giliran seorang pria yang datang dengan pakaian super rapi bahkan terlihat mewah.
“Mana dandanan dia udh kayak vokalis band. Rambut kayak orang bule,” lanjut @yaikelot mendeskripsikan sang pria di dalam video.
Terlihat bapak yang bertugas membagikan kurban melewatkan pria tersebut. Alih-alih memberi daging pada sang pria yang sudah tiba di depan barisan, bapak tersebut justru memberikan daging pada warga yang berada di belakang barisan.
Melihat kejadian tersebut warganet juga ikut berkomentar. Menurut mereka perihal pembagian daging kurban sebaiknya tidak pilih kasih. Tidak masalah kaya atau miskin, semua berhak mendapat daging kurban tersebut.
“Kalo soal pembagian daging kurban jangan pilih kasih biar tetap berkah om,” tulis @inhovmamendjr.
“Harusnya dikasih, karena itu pembagian daging kurban, bukan pembagian bansos. jadi gk memandang siapa siapa semua setara,” tambah @r_ahmawan.
Baca Juga: Cerita Pandi, Peternak Asal Sleman yang Sapi Miliknya Dibeli Raffi Ahmad hingga Anies Baswedan
Warganet juga merasa kasihan pada pria baju putih tersebut. Mereka ikut mendoakan agar sang pria dilancarkan rezekinya.
“Kasian sih yg baju putih, walaupun penampilan dia kaya gitu kan, yg namanya pembagian kan harus adil,” tulis @kangkomen0000.
“Sakit tak berdarahl, moga rezeki abngnya di lancarkan,” tulis @tuwur4514.
Beberapa warganet lainnya juga menceritakan sistem pembagian daging kurban di tempat tinggalnya sendiri. Ada yang dibagikan secara merata ke rumah-rumah warga. Ada juga yang menggunakan kupon untuk pengambilan daging kurban.
“Emang daging kurban harus orang yg gak mampu? ditempatku sih no semua dibagi rata ke rumah-rumah,” terang @najibnaa.
“Kalo di tempat ku harus pake kupon,” terang @skakeh.
Berita Terkait
-
Ibadah Tanpa Sampah, Warga Karangwuni Temanggung Pakai Bambu untuk Wadah Daging Kurban
-
Berdiri Lama Tunggu Kedatangan Orang Tua saat Wisuda, Aksi Polisi Muda Ini Bikin Haru
-
Hendak Jadi Hewan Kurban, Sapi Ini Malah Kabur ke Sungai
-
Momen Haru Ibu Antarkan Anak ke Sekolah Naik Sepeda Angin, Bikin Nostalgia!
-
Cerita Pandi, Peternak Asal Sleman yang Sapi Miliknya Dibeli Raffi Ahmad hingga Anies Baswedan
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri