SuaraJogja.id - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia menyabut baik transformasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Namun tak dipungkiri bahwa sejumlah perubahan itu menjadi tantangan tersendiri bagi universitas dalam menyusun kurikulum.
"Betul (tantangan tersendiri). Jadi artinya untuk meramu ulang (kurikulum) seperti apa. Jadi ini tinggal sekarang menyikapinya bagaimana caranya kita di perguruan tinggi untuk meramu kurikulumnya," ujar Ova saat dihubungi awak media, Jumat (9/9/2022).
Dipastikan Ova, UGM akan segera menggodok kurikulum untuk menyesuaikan berbagai perubahan dalam seleksi masuk PTN tersebut.
"Jadi kita untuk nanti misalnya di awal itu harus seperti apa, apakah nanti ada semacam, kita kan ada juga ilmu-ilmu yang sifatnya wajib dan umum ya. Itu kan masih umum. Tetapi nanti kita juga ada keilmuan-keilmuan yang sifatnya nanti sudah langsung keilmuannya," terangnya.
Ia menilai bahwa perubahan yang dituangkan dalam kebijakan terbaru itu memberi banyak peluang peserta didik untuk memgembangkan potensinya. Sehingga tidak seperti pada belakangan terakhir yang lebih cenderung terkotak-kotakkan.
Padahal kondisi terkotak-kotak tadi justru tak mengembangkan daya berpikir anak itu sendiri. Berbeda dengan perubahan yang menyebabkan keleluasaan itu dapat dirasakan lagi.
"Dengan begini kan ini jadi lebih terbuka luas, orang-orang tidak dikotak-kotakkan," ucapnya.
Perubahan yang dilakukan Kemendikbudristek itu, kata Ova, turut menghilangkan sedikit demi sedikit stigmatisasi terhadap jurusan tertentu di sekolah.
"Jadi artinya ya kita fair aja, misalnya memang nanti seperti apa yang jelas kita lagi menggodok ini ya bagaimana kita akan mengolah hasil dari seleksi tersebut terus kemudian bagaimana juga kita akan melakukan seleksi itu yang di UGM," cetusnya.
Baca Juga: Launching Pojok Bulaksumur Lewat Angkringan Santai, UGM Pererat Jalinan Kerjasama dengan Wartawan
Terkait jalur mandiri pun, disampaikan Ova, tak menutup kemungkinan juga akan menyesuaikan perubahan yang ada. Termasuk dengan kemungkinan menggunakan skema yang lebih skolastik.
Diketahui terdapat tiga jalur masuk PTN terbaru yang akan diterapkan di tahun depan 2023.
Penerapan jalur masuk PTN baru tersebut menjadi tindak lanjut dari perumusan dan transformasi untuk pendidikan dasar dan menengah. Diharapkan skema baru ini mampu menghasilkan mahasiswa yang berkualitas, kompetitif, dan sistem seleksi yang adil.
Tiga jalur masuk PTN terbaru yang tercantum dalam rilisan tersebut antara lain adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, lalu Seleksi nasional berdasarkan tes yang fokus pengukuran dilakukan pada kemampuan penalaran dan pemecah masalah serta Seleksi mandiri oleh PTN melalui tata cara yang dilakukan masih diatur oleh masing-masing PTN dengan penekanan transparansi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha