SuaraJogja.id - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman mengungkap ada masalah lain yang membelit SD N Banyurejo 1, Kapanewon Tempel hingga bangunan sekolah tersebut tak kunjung direlokasi, walaupun tahapan proyek tol di lokasi tersebut sudah berjalan.
Kepala Bidang Aset BKAD Sleman Widodo mengatakan, ada persoalan tanah terkait dengan tanah di SD N Banyurejo 1. Tanah eksisting yang ditempati oleh bangunan sekolah saat ini, asal-usulnya merupakan tanah milik warga. Namun kemudian karena digunakan untuk bangunan sekolah, maka tanah itu ditukar dengan tanah kas desa.
Saat ini, sedang berjalan proses perizinan menjadikan tanah warga itu menjadi tanah kas desa. Menurut Widodo, peristiwa yang bisa disebut sebagai tukar guling ini, jamak terjadi pada tanah-tanah di Kalurahan Banyurejo.
"Jadi, dulu antara warga dan pemerintah desa sepakat tukar-menukar, tapi belum ditindaklanjuti secara hukum. Mereka sudah saling menguasai secara de facto, tapi secara de jure secara hukumnya mereka masih saling menguasai. [Tanah] sekolah masih miliknya warga dan [tanah] yang dipakai warga itu miliknya kas desa, [pengurusan alas hukum] ini yang sedang diproses," terangnya, kala dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (15/9/2022).
Baca Juga: Di Kabupaten Sleman Dibangun Tol Jogja-Bawen,Jaringan Air PDAM 3,6 Km Terdampak
Setelah selesai proses tukar guling, baru diikuti dengan perizinan tanah kas desa dan izin Gubernur untuk dibebaskan. Kemudian baru dipikirkan mengenai lokasi bangunan baru, akan di tempat ganti atau dicarikan lokasi yang sama sekali berbeda. Kalau yang mengawal proses ini di kabupaten adalah Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang).
Sebelumnya diberitakan, guru dan siswa SD N Banyurejo 1, kerap merasakan getaran yang disebabkan kinerja alat berat, dalam proses pembersihan dan pengerasan lahan terdampak tol Jogja-Bawen, di sekitar bangunan gedung SD tersebut.
Menyusul kejadian yang dianggap membuat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak nyaman tersebut, pihak sekolah berharap gedung baru pengganti, bisa segera dibangun.
Kepala SD N Banyurejo 1 Ismana menyebut, getaran yang muncul akibat pengerjaan tol dirasakan cukup keras oleh warga sekolah dan terasa seperti lindu. Bukan hanya itu, sekolah juga menjadi penuh debu yang menempel di banyak bagian mebelair seperti meja.
Debu mulai berkurang sejak pihak proyek menyiram area pengerjaan menggunakan air secara rutin. Sedangkan getaran juga mulai berkurang karena proses penimbunan di sekitar gedung sekolah sedang dihentikan sementara waktu.
Baca Juga: Pemda DIY Somasi Pengembang Perumahan di Sleman, Ini Alasannya
"Kalau penimbunan kembali berjalan, kemungkinan ya bergetar lagi. Namanya proyek pemerintah, kami sebenarnya mendukung. Tapi kami harapkan segera ada action membangunkan gedung baru bagi kami," kata dia, kala itu.
Berita Terkait
-
Transmigrasi Era Baru: Bukan Lagi Sekadar Pindah Pulau! Ini 5 Pilar yang Mengubah Segalanya
-
Israel Sebarkan Hoax? Mesir Tegas soal Rekonstruksi Gaza, Tolak Relokasi Warga Palestina ke Sinai
-
Bolehkah Orang Tua Menggunakan Uang THR Anak? Ini Jawaban dalam Islam
-
Waskita Karya Garap Bendungan Berstatus PSN
-
Beda dengan Rano Karno, Pramono Tak Mau Bicara Relokasi Warga Korban Banjir: Takut Dikira Ngarang
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir