Ancaman Penyakit dari Air Tercemar
Wara menyatakan berbagai penyakit bisa muncul jika masyarakat mengonsumsi air yang tercemar tersebut. Gangguan pencernaan menjadi yang paling sering ditemui akibat konsumsi air ini.
"Air yang tidak memenuhi syarat itu biasanya untuk golongan coli biasanya menimbulkan gangguan di saluran pencernaan," ujarnya.
"Jadi biasanya gangguan yang timbul atau penyakit yang timbul diare biasanya itu, kemudian infeksi saluran kemih atau mungkin gatal-gatal di kulit itu kalau misalnya ada parasit atau apa yang ada di dalam air itu. Tapi rata-rata gejala yang ditimbulkan adalah diare biasanya. Kalau tidak memenuhi syarat dan tidak ditreatment," paparnya.
Terkait dari penyakit yang muncul akibat dari konsumsi air di Kota Jogja sendiri tahun ini, diungkapkan Wara memang belum ditemukan. Justru temuan gangguan diare itu kebanyakan disebabkan oleh makanan.
Namun jika konsumsi air tercemar itu terus dibiarkan maka potensi timbulnya penyakit atau gangguan pada tubuh pun tetap bisa muncul. Sehingga pemeriksaan kualitas secara rutin disarakan untuk dilakukan.
"Sebenarnya untuk lebih aman diperiksa secara rutin 6 bulan sekali kalau untuk itu (kualitas air). Kalau untuk air minum itu 1 bulan sekali itu idealnya sesuai sesuai Permenkes. Jadi air yang kita gunakan itu benar-benar air yang layak dan aman," cetusnya.
Peralihan dari air sumur ke PDAM sebenarnya bisa saja dilakukan. Mengingat kualitas air dari PDAM itu sudah diperiksa atau diolah terlebih dahulu sebelum distribusi.
Sehingga jika memang kondisinya tak memungkinkan untuk mendapat air bersih. Masyarakat bisa menggunakan air PDAM sebagai pilihannya.
Walaupun tak dipungkiri Wara, pihaknya masih mendengar keluhan di masyarakat terkait kadang-kadang air yang mengalir tak sesuai kebutuhan dan sebagainya.
Berita Terkait
-
Bukan Hanya Skincare, Kualitas Air Juga Menentukan Kesehatan Kulit Anda!
-
Kemenkes: Kualitas Air Minum Indonesia Makin Membaik
-
Rapat Dewan Jamu Indonesia DIY di Dinkes Kota Yogyakarta, Bahas Program dan Kontribusi ke Depan
-
Sungai Ciujung Tercemar, Yandri Susanto Sebut Ratusan Ribu Jiwa di 4 Kecamatan Terdampak
-
Bawang Diduga Biang Keladi Wabah E.coli di McDonald's yang Tewaskan 1 Orang
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo