Persoalan lainnya, yakni penanganan pasca panen. Bawang merah ditebas/dijual ditempat. Pembeli mayoritas berasal dari luar daerah. Pembeli lokal hanya sedikit sekali.
"Kami berharap pedagang lokal dibina, kami kira akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto mengatakan persoalan ketersediaan pupuk di tingkat kios adalah kewenangan Dinas Perdagangan. Namun demikian, pihaknya akan mengkonsumsi dengan dinas yang membidangi.
"Setiap ada persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi, kami yang dicari. Padahal kami hanya menyiapkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Rencana Definitif Kelompoktani (RDK)," katanya.
Ia juga berharap kepada petani supaya tidak menjual lahan pertanian setelah dibangun jalan usaha tani. Ketahanan pangan harus tetap dijaga.
"DIY setiap tahunnya terjadi alih fungsi lahan 250 hektare. Kami mengingatkan kepada Pemkab Kulon Progo untuk mewaspadai potensi alih fungsi lahan dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, jangan sampai ketahanan pangan terganggu," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun