Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 28 September 2022 | 20:05 WIB
Panen raya bawang merah di Desa Demangrejo, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (28/9). (ANTARA/Sutarmi)

"Silakan mengusulkan dan membuat proposal pembangunan jalan usaha tani. Kami tidak janji, tapi kami akan mengupayakan pembangunannya," kata Akhid.

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Yuliyantoro mengatakan petani Bulak Srikayangan yang meliputi Desa Srikayangan, Desa Demangrejo, Desa Sukoreno dan Tuksono, hingga Kedungsari (Pengasih) hanya berharap pemerintah mempermudah petani mendapatkan pupuk dan Saprodi, serta ketersediaan air.

"Itu masalah klasik yang diharapkan oleh petani bawang merah setiap masa tanam dari Agustus sampai akhir September," katanya.

Selain itu, petani mengharapkan ketersediaan bibit saat memasuki masa tanam. Seharusnya, Pemkab Kulon Progo menyediakan benih bawang merah di Kulon Progo. Berdasarkan perhitungan, potensi lahan bawang merah seluas 500 hektare membutuhkan anggaran Rp50 miliar untuk benih.

Baca Juga: Kembangkan UMKM di Kulon Progo, Puluhan Pelaku Usaha Terima NIB

"Saat masa tanam Agustus ini, uang Rp50 miliar tersebut lari ke Nganjuk (Jawa Timur)," katanya.

Persoalan lainnya, yakni penanganan pasca panen. Bawang merah ditebas/dijual ditempat. Pembeli mayoritas berasal dari luar daerah. Pembeli lokal hanya sedikit sekali.

"Kami berharap pedagang lokal dibina, kami kira akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto mengatakan persoalan ketersediaan pupuk di tingkat kios adalah kewenangan Dinas Perdagangan. Namun demikian, pihaknya akan mengkonsumsi dengan dinas yang membidangi.

"Setiap ada persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi, kami yang dicari. Padahal kami hanya menyiapkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Rencana Definitif Kelompoktani (RDK)," katanya.

Baca Juga: Dinkes Kulon Progo Diminta Permudah Masyarakat Akses JKN Penerima PBI

Ia juga berharap kepada petani supaya tidak menjual lahan pertanian setelah dibangun jalan usaha tani. Ketahanan pangan harus tetap dijaga.

Load More