SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) diliputi duka, satu mahasiswa mereka, diketahui bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari sebuah bangunan hotel bertingkat 11.
Mengetahui hal itu terjadi, Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Sindung Tjahyadi memberikan keterangan.
Selama ini, UGM sudah memiliki layanan, baik online maupun Unit Reaksi Cepat, yang terdiri dari psikolog profesional.
"Tetapi kasus suicide biasanya sangat personal, dan trigger nya juga khas. Terpantaupun, tidak jaminan dapat diselamatkan, seperti kasus terakhir," ucapnya, Senin (10/10/2022).
Mengetahui kondisi itu, maka untuk itu UGM memperkuat unit konseling dan reaksi cepat.
"Simultan dengan memperkuat kembali kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan di kampus dan kos, dengan konsep 'jaga teman' yang sesungguhnya sudah dirintis sejak sebelum pandemi oleh HPU (Health Promoting University)," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Sindu juga ditanyai perihal ada tidaknya laporan masuk ke kantornya mengenai mahasiswa UGM bunuh diri. Termasuk juga mahasiswa melakukan percobaan bunuh diri. Berikut jawaban Sindu.
"Ada, tetapi bukan untuk konsumsi publik," terangnya.
Sementara itu mengenai teknik kampanye 'Jaga Teman' yang ia sebut tadi, kampus mengampanyekannya melalui organisasi mahasiswa dan di berbagai kesempatan pertemuan.
Baca Juga: Mencuat Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Fisipol UGM, Begini Penjelasan FCC
Sebelumnya diberitakan, seseorang yang teridentifikasi mahasiswa UGM diduga dengan sengaja mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 11 Porta Hotel, Colombo, Sabtu (8/10/2022).
Masuk dalam wilayah hukum Polsek Bulaksumur, Kapolsek setempat Kompol Sumanto membenarkan kabar yang awalnya beredar luas di media sosial tersebut. Ia mengaku, kasus temuan warga yang diduga bunuh diri itu masih terus didalami.
"Kami juga masih mendalami, alasan korban menjatuhkan diri dari lantai 11," ucapnya.
Korban yang berjenis kelamin laki-laki itu diketahui lahiran pada 2004, sehingga diperkirakan korban berusia 18 tahun saat ini.
"Sementara informasi mahasiswa baru [universitas]. Tadi teman dari fakultas juga sempat menengok dan ketemu kami," ucapnya.
Sumanto menyebut, korban memiliki tinggi sekitar 170 cm dengan inisial nama TSR.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor