Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:17 WIB
Kondisi tembok dalam rumah sebagai pembatas antar ruang, yang ikut miring dan rawan roboh, usai terdorong material, di Karangtanjung, Pandowoharjo, Sleman, Kabupaten Sleman, Rabu (12/10/2022). (kontributor/uli febriarni)

Setelah mengetahui kejadian, warga langsung bergotong-royong mengevakuasi material dan korban bersama warga. Gotong-royong membersihkan sisa material masih berlanjut pada hari ini.

Tahap berikutnya, akan dilakukan gotong-royong membangun lagi rumah korban.

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo datang ke lokasi bencana talut ambrol Karangtanjung, Rabu siang.

Baca Juga: Selokan Mataram Ditutup, BPBD sleman Distribusikan Air Bersih ke Wilayah yang Kekeringan

Didampingi BPBD Sleman dan Dinsos Sleman, Kustini mengungkap bahwa kondisi rumah warga yang terdampak talut ambrol tersebut dinyatakan mengalami kerusakan berat.

"Keluarga yang mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut telah mendapatkan perawatan," ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat lebih waspada dengan potensi dampak dari adanya hujan lebat, sebagai imbas cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.

Pemkab Sleman melalui BPBD Sleman memberikan bantuan penuh sebesar Rp 50 juta untuk korban, untuk perbaikan rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menjelaskan, bantuan yang diberikan Pemkab Sleman didasarkan atas Perbup No.56 tahun 2021 mengenai Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana.

Baca Juga: Jangan Panik, BPBD Sleman Bakal Bunyikan 29 EWS di Lereng Merapi Peringati HUT RI Ke-77

Maka, Pemkab Sleman selanjutnya memberikan bantuan penuh dengan salah satu pertimbangan, yakni korban merupakan warga yang masuk dalam kategori KK miskin. 

Load More