SuaraJogja.id - Aktris Prilly Latuconsina berbicara soal cancel culture di Indonesia. Materi itu menjadi salah satu yang dibawakan saat kembali mengajar mahasiswa Fisipol UGM pada Kamis (10/11/2022) hari ini.
Diketahui cancel culture sendiri merupakan budaya penolakan atau boikot massal terhadap seseorang. Setelah yang bersangkutan dianggap bermasalah.
Dimana kemudian seseorang itu dikeluarkan dari lingkaran sosial atau profesional. Baik dilakukan secara daring lewat berbagai media sosial atau dunia nyata bahkan keduanya.
Menurut Prilly sendiri cancel culture di Indonesia masih belum separah yang terjadi di luar negeri.
"[Di Indonesia] enggak separah luar negeri ya karena kalau luar negeri itu sekalinya dicancel, semuanya dicancel. Bukan cuma dicancel dari publik tapi juga dicancel dari media, media pasti akan menolak mempublikasikan tentang dia, dicancel lewat pekerjaan-perkerjaannya," ujar Prilly kepada wartawan di UGM, Kamis (10/11/2022).
Ia sempat mencontohkan beberapa kasus yang terjadi di luar negeri. Misalnya saja Korea Selatan hingga Hollywood.
"Cuma kalau di Indonesia alhamdulillah tidak pernah separah luar negeri begitu. Kalaupun ada krisis tidak pernah sampai dicancel sama seluruh orang. Makanya aku tadi pakai contoh kasus di luar karena di luar itu cancel culture lebih kental daripada di sini," paparnya.
Tidak hanya tentang cancel culture saja, Prilly turut menjelaskan bagaimana para artis atau aktor itu menghadapi hal itu. Mulai dari strategi komunikasi yang digunakan dan lain sebagainya.
Terlebih dengan cancel culture dapat membuat orang ditolak di berbagai tempat. Hal itu berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental yang cukup berat untuk korban.
Baca Juga: Selesai Mengajar Mahasiswa UGM, Prilly Pastikan Siap Jadi Dosen di Kampus Lain
Diketahui, Prilly mengikuti program Praktisi Mengajar yang merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini membuka kesempatan bagi praktisi handal di berbagai bidang untuk mengajar di kelas dan membagikan keterampilan serta pengalaman riil dari dunia industri.
Program Praktisi Mengajar diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2022. Hal itu bertujuan untuk mengatasi problem kesenjangan antara keahlian lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
Dalam program praktisi mengajar itu si praktisi sendiri yang mengajukan diri atau mendaftar program tersebut. Nanti yang bersangkutan akan memilih untuk mengajar mata kuliah tertentu sesuai bidangnya di sebuah perguruan tinggi.
Kemudian oleh sistem akan dipertemukan oleh universitas yang sesuai dari pengajuan parktisi tersebut. Program tersebut yang membawa Prilly ke UGM untuk menyumbangkan ilmunya selama ini.
Sebelumnya, Prilly Latuconsina sendiri telah menjadi dosen praktisi di Departemen Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan hadir secara luring, Kamis (29/9/2022) kemarin. Perempuan kelahiran 1996 tersebut saat itu membawakan materi tentang kajian selebritas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa