Melalui rembuk warga dan juga kerabat akhirnya mereka memutuskan untuk mengisolasi Mbah Gimin di dalam kamar. Akhirnya dibuatkanlah kamar isolasi untuk Mbah Gimin.
Awalnya, pintu kamar tersebut terbuat dari kayu namun ternyata Mbah Gimin berhasil keluar dengan menjebolnya. Kemudian warga memutuskan membuat jeruji besi agar tak dirusak.
Namun ternyata Mbah Gimin juga berhasil keluar dengan membuat lobang di lantai kamar sehingga tembus ke luar rumah. Hingga akhirnya lantai kamar dibuat cor dari semen.
"Lha kuat Mbah Gimin itu. 8 tahun tak pernah sakit. Hanya dengan paku kecil, Mbah Gimin bisa membuat lobang di dalam tanah, padahal di sini bebatuan,"ujar dia.
Dulu, Mbah Gimin sebetulnya pernah dibawa ke RS Ghrasia untuk pengobatan. Namun dua bulan setelah bebas dari masa rehabilitasi kelakuan Mbah Gimin kambuh lagi. Hingga akhirnya warga memutuskan untuk mengurungnya di dalam kamar.
Dibawa ke RSJ Ghrasia
Lurah Ngoro-oro, Sukasto mengakui jika ada warganya yang kini masih dalam pasungan sejak lama. Namun dia baru mengetahuinya beberapa bulan terakhir sehingga dia langsung berkoordinasi pemerintah Kabupaten dan Propinsi untuk menindaklanjutinya.
"Kami akan membawanya ke RSJ Ghrasia di Sleman. Kemudian nanti kalau sudah sembuh atau stabil akan kami kirim ke pondok pesantren lagi yang memang spesialis menangani pasien gangguan jiwa,"terang dia.
Panewu Patuk, Santosa Imam Martono menambahkan pihaknya mrmberi antensi khusus terhadap Mbah Gimin karena memang dia tidak memiliki keluarga. Dia hanya mendapat belas kasihan dari kerabatnya yang kebetulan adalah putera dari adik Mbah Gimin.
"Kalau Mbah Gimin itu tidak punya anak ataupun istri. Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menanganinya. Kasihan beliau,"kata Imam.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga