Walaupun saat ini banyak pilihan bahan lebih murah. Tetapi menurutnya justru bahan-bahan lokal itu yang menjaga kualitas kue keranjang itu tetap konsisten hingga sekarang. Meskipun menjadikan kue keranjang produksinya agak sedikit mahal dibanding penjual lain.
"Saingan banyak sekarang. Tapi kita tetap menjaga mutu kita. Menjaga resep itu proses yang paling susah. Takaran harusnya dijaga," tuturnya.
"Bahan baku juga harus dipilih yang bagus, dibikin bagus ketannya sehingga rasa lain, tapi memang harga agak tinggi. Makanya kalau cari yang murah kita kalah, tapi kita mikirnya ini kan cuma satu tahun sekali kok enggak enak," imbuhnya
Sulistyowati menyebut produksi tahun ini sudah mulai kembali normal. Walaupun belum sepenuhnya kembali seperti saat sebelum pandemi Covid-19 lalu.
Terlebih karyawannya pun sekarang sudah mulai berkurang. Jika dulu sempat mencapai 10 orang kini hanya tingg 6 saja yang membantu untuk produksi.
"Sekarang cuma bikin separuh, belum sepenuhnya kembali. Bahan naik semua naik jadi semua ngirit. Masaknya lihat sikon, enggak berani kayak dulu. Dulu malah terus. Kalau sekarang sesuai pesanan saja. Tahun ini ya bisa produksi sampai sekitar 2 ton kalau dulu lebih," paparnya.
Proses pembuatan kue keranjang sendiri, kata Sulistyowati, membutuhkan waktu yang cukup lama. Setidaknya mulai dari memasak hingga dibungkus membutuhkan waktu selama tiga hari.
Kue khas perayaan Tahun Baru Imlek yang berbahan dari tepung beras ketan, gula pasir serta bahan lainnya itu diproses dengan kompor minyak warisan orang tuanya. Hal itu demi menjaga kualitas kue keranjang sendiri agar tetap baik.
Diungkapkan Sulistyowati terdapat berbagai model kue keranjang yang diproduksi tak hanya olehnya saja. Namun kue keranjang produksinya ini diklaim masih mengacu pada model original.
Baca Juga: 15 Ucapan Imlek 2023 dalam Bahasa Mandarin, Bisa Dipakai untuk Kartu Ucapan!
Kue keranjang produksinya sendiri diklaim bisa tahan lama hingga 1,5 tahun jika disimpan di kulkas. Kue-kue keranjang itu dijual dengan harga dan ukuran yang beragam. Pemesanan pun tak hanya di Yogyakarta saja tetapi dikirim hingga ke luar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi