SuaraJogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana memberikan bantuan sosial (bansos) seumur hidup pada warga miskin di Yogyakarta.
Dana bansos yang diambil dari alokasi Dana Keistimewaan DIY ini akan diberikan khusus pada kategori masyarakat tertentu. Prioritasnya adalah lansia yang sudah tidak mampu bekerja dan warga miskin yang dinilai masih mampu bekerja, namun tidak memiliki modal usaha atau keterampilan kerja.
Dosen Departemen Pembangunan Sosial dan kesejahteraan, Fisipol UGM, Hempri Suyatna mendukung rencana pemberian bansos seumur hidup tersebut. Menurutnya, kebijakan itu akan mampu semakin mengurangi ketimpangan ekonomi penduduk miskin di DIY.
"Saya kira kebijakan yang sangat baik dari pemerintah provinsi DIY dengan adanya pemberian bansos ini," kata Hempri dalam keterangannya, Senin (6/2/2023).
Kendati begitu, Hempri berharap program bansos itu bisa didistribusikan secara tepat sasaran. Sehingga nantinya benar-benar menjangkau lansia yang memang benar-benar membutuhkan.
"Saya kira perlu ada upaya kebijakan perlindungan sosial lansia yang lebih komprehensif," ucapnya.
Ia tidak memungkiri persoalan mengenai lansia sangatlah kompleks. Mulai dari berkurangnya pendapatan yang bersangkutan hingga ke persoalan terkait kesehatan dan bahkan aspek psikologis.
Oleh sebab itu, diperlukan dukungan dari program lain selain pemberian bansos semata. Dengan tentunya pemberian bansos yang barus dilakukan secara sinergis guna bisa sejalan dengan pemberdayaan lansia lebih efektif lagi.
"Seyogyanya program ini juga diikuti dengan program-program yang lain misalnya pendampingan dari aspek kesehatan, pengembangan peluang usaha untuk para lansia melalui pemberdayaan ekonomi maupun program-program yang terkait dengan kesehatan maupun mendorong aktivitas-aktivitas sosial yang dapat dimasuki lansia," paparnya.
Baca Juga: LPK GeTI Dukung 20.000 Calon SDM Unggul DIY Siap Kerja di Bidang Digital
Ditambahkan Hempri, ada hal yang lain yang perlu diperhatikan selain pemberian bansos. Termasuk dengan mendorong sumber-sumber penghasilan dan pengembangan ekonomi produktif di DIY.
Hal itu diperlukan agar penghasilan keluarga miskin dapat lebih maksimal. Mengingat ada banyak potensi baik dari wisata dan pertanian di DIY yang bisa dimanfaatkan.
"Banyak potensi-potensi desa wisata dan pertanian yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pengembangan ekonomi produktif yang memberikan multiplier effect bagi masyarakat luas. Dengan meningkatkan pendapatan saya kira tingkat ketimpangan akan dapat diminimalkan," tandasnya.
Terkait dengan penyebab angka kemiskinan di DIY yang paling tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, kata Hempri, tidak semata-mata hanya dilihat dari indeks gini ratio serta nilai upah minimum provinsi (UMP) saja.
Pasalnya hal-hal tadi hanya berlaku pada pekerja yang berada di sektor formal saja. Sehingga belum melingkupi masyarakat yang bekerja di sektor informal.
"Komparasi itu juga tidak akan tepat apalagi sektor informal dan sektor pertanian juga masih cukup dominan di DIY ini," cetusnya.
Berita Terkait
-
Hina Warganet Penerima Dana Bansos, Nikita Mirzani Diserang: Anaknya Jualan Skincare ke Netizen
-
Ngatain Netizen 'Yang Rata-rata Pada Suka Ngantri Dana Bansos' Nikita Mirzani Dikatain Balik
-
DIY Jadi Provinsi Termiskin se-Jawa, Sri Sultan: Diberi Bansos Seumur Hidup
-
Peringati Hari Gizi Nasional, Kemensos Siapkan Bansos Melalui PKH untuk Bumil Hingga Anak Usia Sekolah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi