SuaraJogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan okupansi hotel tidak terpengaruh oleh aktivitas Gunung Merapi yang kembali bergejolak. Malah justru sempat ada peningkatan okupansi hotel beberapa hari lalu di wilayah Sleman.
Hal itu disampaikan oleh Ketua PHRI DIY, Deddy Pranawa Eryana. Ia menyebut hingga saat ini industri perhotelan tidak terdampak oleh peningkatan aktivitas gunung api di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
"Tidak (berdampak) sampai saat ini aman-aman. Reservasi tidak ada penundaan atau pembatalan, okupansi ya juga masih stabil, wilayah Sleman aman saja," kata Deddy, Kamis (15/3/2023).
Malah, diungkapkan Deddy, hotel-hotel di kawasan Kabupaten Sleman sempat mengalami kenaikan okupansi. Disebabkan dari para tamu yang ingin melihat aktivitas Gunung Merapi itu.
"Malah Sabtu tanggal 11 (Maret) itu malah naik 5 persen, malah banyak sabtu-minggu. Soalnya banyak tamu yang ingin melihat aktivitas Merapi tentunya dengan jarak aman. Jadi memang tidak berdampak," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo menyebut bahwa secara umum destinasi wisata di DIY masih aman untuk dikunjungi. Meskipun tetap ada sejumlah penyesuaian yang dilakukan khususnya untuk destinasi di kawasan lereng Merapi.
"Kami mengimbau agar pengelola destinasi wisata di lereng Merapi untuk waspada. Jika terjadi sesuatu yang membahayakan bisa dilakukan langkah-langkah tanpa menunggu pemberitahuan," kata Singgih.
Tidak hanya dari pengelola destinasi wisata, Singgih turut mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi ketika berwisata di kawasan lereng Gunung Merapi.
Diketahui, Gunung Merapi kembali mengalamai erupsi pada Sabtu (11/3/2023) siang kemarin. Sejumlah wilayah ikut terdampak abu vulkanik gunung api yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Berdasarkan laporan sejauh ini erupsi dengan luncuran awan panas guguran masih didominasi ke arah barat daya. Kendati begitu arah angin juga turut membawa abu vulkanik hingga ke wilayah di sekitarnya termasuk Sleman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi