SuaraJogja.id - Sekitar 5,8 juta pemudik dari berbagai kota di Indonesia diperkirakan akan masuk ke DIY pada libur Lebaran 2023 mendatang. Karenanya untuk mengantisipasi tingginya permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama arus mudik dan balik, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah-DIY membentuk tim satgas Ramadan dan Idul Fitri 1444 H.
Satgas yang dibentuk mulai 1 April hingga 2 Mei 2023 ini memastikan pasokan BBM, LPG maupun Avtur di DIY aman bagi para pemudik yang ingin menikmati libur panjang Lebaran.
"Selama Ramadan, konsumsi bbm di jogja mengalami peningkatan sehingga kami memastikan ketersediaan bbm hingga arus balik mendatang," ujar Area Manager CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho di Yogyakarta, Senin (10/04/2023) malam.
Menurut Brasto, BBM jenis Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) diprediksi naik 32 persen pada masa libur Lebaran di DIY bila dibandingkan rata-rata harian norma Januari-Februari 2023 dari 1.797 Kilo Liter (KL) menjadi 2.379 KL34e.
Sedangkan untuk BBM jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series) mengalami peningkatan 3 persen dari normalnya 430 KL menjadi 445 KL. Begitu pula kebutuhan LPG (PSO & Non-PSO) yang diperkirakan naik hingga 3,7 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian atau setara dengan 142.646 tabung dari rata-rata normalnya 136.764 tabung.
"Kalau untuk Avtur, wilayah jogja mengalami kenaikan sebanyak 3 persen dari rata rata harian normal sebanyak 153 KL menjadi 163 KL," jelasnya.
Brasto menambahkan, puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 19 April 2023. Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 29 April 2023 mendatang.
Karenanya sebanyak 20 SPBU yang berada di beberapa lokasi strategis di DIY disiagakan. SPBU tersebut akan beroperasi selama 24 jam penuh.
Sedangkan untuk mengantisipasi padatnya arus mudik lebaran yang menyebabkan kemacetan, Pertamina juga menyiapkan SPBU Kantong. SPBU ini berupa mobil tangki yang disiagakan sebagai kantong atau cadangan suplai BBM di titik-titik yang rawan dengan kemacetan.
"Kalau ambil [stol BBM] dari Rewulu kan jauh, jadi spbu kantong ini bisa ditempatkan di kawasan yang rawan kemacetan seperti destinasi wisata. Jadi ketika ada permintaan pengiriman kita akan melakukan pengiriman secepat mungkin," ungkapnya.
Sales Area Manager DIY-Surakarta, M Ivan Syuhada menambahkan, pihaknya berkoordinasi ke empat titik wilayah utama Yogyakarta seperti jalur utama Jogja-Solo, Jogja-Kulon Progo, Jogja-Magelang, dan jalur jalan Solo. Di jalur Jogja-Solo, Pertamina menyiapkan sembilan unit motorist untuk meng-cover kebutuhan jika ada kemacetan di jalur utama.
"Lalu di jalur Jogja-Kulon Progo kami siapkan lima motorist, jalur Jogja-Magelang tujuh motorist. Selain dari motorist kami juga jadikan beberapa titik sebagai SPBU kantong. Motorist ini kami sebar di beberapa titik untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak di beberapa wilayah yang sulit dijangkau dari titik awalnya. Jadi sudah kita siapkan beberapa motor di beberapa SPBU," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Agresi, Pemerintah Didesak Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas