SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengunjungi Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Selasa (16/5/2023). Kunjungan itu disebut Mahfud sebagai napak tilas.
Mahfud memastikan tak ada pembicaraan terkait politik dalam kunjungannya ke Ponpes Al Munawwir kali ini. Hal itu sekaligus menanggapi kabar yang belakangan sosoknya mulai santer dikaitan dengan Pilpres 2024 mendatang.
"Oh enggak. Kita ndak bicara politik, napak tilas aja. Napak tilas masa muda saya dulu. Masa mencari istri kan mertua di sini," kata Mahfud ditemui di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Selasa (16/5/2023).
Diungkapkan Mahfud, ia sudah cukup sering berkunjung ke Krapyak. Terlebih dulu ibu mertuanya merupakan santriwati di Ponpes Al Munawwir.
"Oiya ini saya sudah sering ke Krapyak. Jadi dulu ibu mertua saya santri di sini," ungkapnya.
"Sehingga saya sejak muda sudah sering ke sini dan sekarang masih sering ke sini juga. Nah ini kebetulan saya ke Jogja ya mampir menyempatkan diri ke sini, ke Gus Kendar," tambahnya.
Mahfud mengakui selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi sejumlah ponpes di berbagai kota saat kunjungan kerjanya. Termasuk yang tak pernah terlewat adalah ketika ia berada di Yogyakarta.
Mengingat Alumni UII Yogyakarta juga menghabiskan masa mudanya di Kota Gudeg. Sehingga kesempatan kali ini pun dimanfaatkan untuk berkunjung ke Krapyak.
"Lho iya saya sering kok ke pesantren. Kemana-mana saya kalau ke daerah mesti, apalagi ke Krapyak, sering banget. Kan saya hidup di Jogja waktu mudanya," pungkasnya.
Baca Juga: Soroti Mafia Tanah di Jogja, Mahfud MD Sebut bakal Bentuk Pengadilan Khusus
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi