SuaraJogja.id - Belum lama ini petugas gabungan telah melakukan penertiban parkir di ruas jalan di kawasan Pasar Kembang, Sosromenduran, Kota Jogja.
Namun pada Sabtu (3/6/2023) beredar unggahan di sosial media yang kembali menunjukkan sejumlah kendaraan yang melanggar dan nekat parkir di ruas jalan tersebut.
Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo menyebut kecenderungan pelanggaran itu terjadi pada malam hari. Lebih tepatnya ketika pada petugas gabungan tidak berada di tempat.
"Kecenderungannya di malam hari, pada saat kemudian petugas Dishub dan Satpol-PP itu off. Jadi memang petugas dishub sama Satpol PP itu off di jam 21.00 WIB, kan enggak mungkin kita jaga 24 jam," ujar Singgih dihubungi Minggu (4/6/2023).
"Sehingga setelah jam itu terus ya itu antara masyarakat atau wisatawan dibantu oleh oknum itu kemudian melakukan pelanggaran itu," imbuhnya.
Singgih menyebut akan segera menyiapkan strategi-strategi lain untuk menertibkan pelanggaran itu. Termasuk dengan memasang smart CCTV di sekitar lokasi.
Hal itu untuk terus membantu meringankan beban petugas yang berjaga di lapangan. Mengingat secara jumlah kuantitas dan tenaga terbatas.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan tindakan tegas. Dalam hal ini termasuk penindakan berupa tilang bagi pengendara.
"Mulai minggu depan kami akan pasang smart CCTV untuk pemantauan bisa 24 jam. Terus juga kami akan koordinasi dengan polisi lalu lintas yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penindakan tilang. Jadi itu kan termasuk pelanggaran lalu lintas, batas marka jalan dan sebagainya," ujarnya.
Sanksi yang diberikan itu pun nantinya tidak hanya ditujukan kepada pengendara kendaraan yang melanggar. Melainkan juga kepada para oknum yang membuka jasa parkir di lokasi tersebut.
"Kalau pengendaranya yang parkir di situ yang punya mobil pasti tilang ya. Tapi kalau oknumnya kan itu termasuk pungli ya. Nah nanti kan tim saber pungli juga akan bergerak," tegasnya.
"Jadi masyarakat juga saya mohon kerja samanya kalau memang ada parkir yang kemudian mengenakan tarif yang sudah ditentukan, tolong kami dikonfirmasikan. Tapi tidak hanya karcis parkirnya, atau lokasinya, tapi coba bisa melakukan difoto oknumnya kemudian dikirim ke kami, kami akan cari," tambahnya.
Selain sanksi pihaknya mengatakan pentingnya untuk terus melakukan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga budaya tertib untuk mematuhi aturan dapat ditertanam dengan baik ke depan.
"Nah ini kesadaran masyarakat yang perlu kemudian ditingkatkan. Jadi budaya tidak melanggar ini menjadi budaya yang dipunyai oleh masyarakat, baik itu oleh wisatawan atau masyarakat maupun oknum yang memanfaatkan itu," cetusnya.
Berita Terkait
-
Bersiap Nonton Balap Formula E Jakarta 2023, Ini Daftar Lokasi Parkir Kendaraan Bermotor untuk Penonton
-
Lagi-lagi Muncul Keluhan Parkir Nuthuk di Jogja, Pemkot: Kalau Terbukti Bakal Ada Sanksi
-
Logo Dishub Dijiplak Pengelola Parkir Liar di Kawasan Puncak Bogor
-
Pemkot Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Tugu, Kendaraan Ngeyel Digemboskan
-
Viral! Tukang Parkir Melakukan Pemukulan Hingga Meminta Sejumlah Uang Kepada Driver Shopee, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa
-
Sri Purnomo Dituntut 8,5 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Longsor hingga Banjir di Sleman: Ini Lokasi Rawan Bencana yang Harus Dihindari Pemudik