SuaraJogja.id - Niat hati ingin bergembira menyaksikan konser musik band-band idola di Jogja. Namun ribuan orang justru gigit jari setelah event-event musik itu tak ada kejelasan hingga berujung dibatalkan.
Promotor atau event organizer (EO) bernama Juwana Creative saat ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya sejumlah event musik yang berada di bawah naungan mereka gagal digelar.
Tak sedikit netizen yang sekaligus para calon penonton yang menganggap Juwana Creative telah melakukan penipuan dengan modus mengadakan festival musik. Sebab setelah tiket banyak terjual acara dibatalkan hingga proses refund atau pengembalian uang yang bermasalah.
Sederet acara yang dipromotori oleh Juwana Creative itu di antaranya ada Groovyland, Suara Berkala, Serasa Nada, hingga Jogja Koplo Fest. Saat ini hanya tinggal Jogja Koplo Fest saja yang belum mengumumkan secara resmi lewat medsosnya terkait pembatalan acara.
Namun hampir semua pengisi acara di acara koplo tersebut sudah secara resmi membatalkan agenda tersebut.
Salah satu perwakilan penonton, Kala (nama disamarkan) menjelaskan bahwa rentetan persoalan ini dimulai daro kegagalan Juwana Creative saat membuat konser di Semarang bertajuk Groovyland.
Kemudian pada saat yang bersamaan ada pula event di Jogja bernama Suara Berkala. Pada saat Groovyland masih menjual tiket presale 1, namun justru dua acara tersebut dinyatakan batal.
"Informasi tersebut pun kami dapatkan tidak langsung dari akun festivalnya sendiri melainkan dari GS-nya (guess star). Mereka janji untuk mengembalikan uang tiket dalam jangka waktu 60 hari," ujar Kala, Selasa (27/6/2023).
Namun, saat itu penonton merasa keberatan. Hingga dari pihak EO membuat surat perjanjian yang berisi akan menyelesaikan refund itu selama seminggu terhitung pada tanggal 24-31 Maret 2023 lalu.
Baca Juga: Konser Batal Lantaran Personil Terpapar Covid 19, Ini Pesan Haechan untuk Penggemar
Namun penonton ketika itu diberi pilihan untuk tetap menerima refund atau mengalihkan (switch) tiket dari event Suara Berkala ke Serasa Nada yang direncanakan akan digelar oleh EO yang sama.
Dari rentang waktu yang sudah ditetapkan dalam surat perjanjian dengan penonton Suara Berkala sampai per 27 Juni 2023 hari ini belum semua mendapatkan refund. Bahkan belum mencapai 50 persen dari total keseluruhan.
"Sampai detik ini tidak ada kabar semenjak Serasa Nada juga ikutan gagal. Sebelum Sarasa Nada, Juwana (EO) membuat suatu festival di surabaya yaitu Sudutbaya festival. Berjalan tetapi 1 guess star yaitu JKT48 tidak tampil dan diumumin di hari H acara," terangnya.
Lalu akhirnya Serasa Nada pun akhirnya menyusul batal digelar dan diumumkan pada H-1 acara pada jam 01.00 WIB dini hari. Event tersebut bahkan membuat pernyataan lewat akun instagramnya kalau akan melakukan refund secepatnya.
Berdasarkan pengumuman di instagramnya, para pembeli tiket diharuskan mengisi google form terlebih dahulu dengan batas waktu hingga 29 Mei 2023. Sedangkan proses refund dimulai pada 30 Mei 2023.
"Jadi dari pernyataan artatix (ticketing) itu kan ada 14 hari kerja batas refund. Nah ini selama 14 hari kerja itu gak ada itikad baik permintaan maaf dari EO. Terus enggak ada refund satu pun, setelah sebulan baru ada. Setelah kita sudah ke pengacara sampai mana-mana, ngumpulin bukti, baru ada pergerakan. Itu pun yang direfund hanya sekitar awalnya 23 orang sampai akhirnya sekitar 40an," kata perwakilan penonton lainnya, Nada (bukan nama sesungguhnya).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup