"Memang pergaulannya sangat cair, tidak sama sekali menunjukkan kepribadian yang dikatakan sebagaimana yang mungkin orang-orang tidak paham, dengan tanda kutip mungkin dianggap menyimpang dan itu tidak ada," jelas dia.
Redho semasa hidupnya mengikuti banyak organisasi. Bertemu dengan kepribadian orang yang heterogen menjadi titik ukur dirinya memilih melakukan penelitian LGBT.
"Mungkin persepsi saja, persepsi dari orang yang mungkin tidak begitu dekat dalam kehidupan dia. Karena selain sebagai kuasa hukum, saya juga sebagai dosen pembina dia di UKM itu dan dia pernah mengambil mata kuliah saya juga yang pernah saya ampu," jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum UMY itu.
Diberitakan sebelumnya, Mahasiswa UMY bernama Redho Tri Agustian tewas mengenaskan. Sebelum identitas mahasiswa UMY itu terungkap, sejumlah potongan tubuh manusia ditemukan oleh pemancing di Padukuhan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman, Rabu (12/7/2023).
Polisi bergerak cepat mengungkap potongan tubuh tersebut dan dipastikan sebagai korban mutilasi. Pada Sabtu (15/7/2023) Polda DIY, menangkap dua pelaku W dan RD yang sudah kabur ke Bogor, Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi