SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta akan memanfaatkan lahan di kawasan Nitikan 2, Kecamatan Umbulharjo untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Kebijakan ini ditetapkan menyusul pembatasan pembuangan sampah di TPST Piyungan diperpanjang.
Sebab hingga saat ini masih masyarakat masih saja membuang sampah sembarangan di berbagai titik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta setiap harinya masih menyisir sekitar 11 ton sampah yang dibuang sembarangan di berbagai titik.
Sedangkan di TPS mandiri warga tercatat ada sampah-sampah yang belum bisa terangkut ke depo. Sebut saja di TPS mandiri warga Jogoyudan, Gowongan yang terdapat tumpukan sampah yang belum terangkut ke depo sejak ditutupnya TPST Piyungan pada 23 Juli 2023 lalu.
"Kita lakukan optimalisasi di tpst 3R di Nitikan di lahan seluas tiga ribu meter persegi untuk pengolahan sampah," ujar Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Rahardjo di Yogyakarta, Senin (04/09/2023).
Menurut Singgih, TPST 3R di Nitikan akan dibuat lebih modern pada 2024 mendatang. Konsep itu akan melengkapi TPST Nitikan 1 untuk pengolahan sampah seperti yang sudah dilakukan selama ini.
Pengembangan kawasan Nitikan 2 direncanakan tahun depan karena Detail Engineering Design (DED) baru selesai tahun ini. Bila TPST tersebut selesai dibangun maka diharapkan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta benar-benar bisa mengurangi permasalahan sampah di tingkat warga.
Pemkot juga akan menambah peralatan pengolahan sampah di TPST Nitikan. Selain itu akan ditambah satu alat lagi yang memanfaatkan anggaran perubahan dari APBD Kota Yogyakarta.
"Sehingga nantinya lebih banyak mengelola sampah secara tuntas karena kalau yang residu jalan satu-satunya ya dengan generator untuk bisa memusnahkan [sampah residu]. Tapi [sampah] jenis lain dengan konsep biokonversi dan komposting itu dilakukan di tpst 3r," jelasnya.
Di TPST 3R Nitikan tersebut, lanjut Singgih, masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi dalam pengolahan sampah organik atau anorganik. Sebab selama ini banyak masyarakat yang masih kebingungan dalam mengolah sampah yang dihasilkan di rumah tangga mereka.
Pemkot juga belajar dari teknologi pengolahan sampah dari Bandung, Jabar untuk bisa diterapkan di Kota Yogyakarta. Pemkot akan melakukan kajian teknologi Refuse-Derived Fuel (RFD) yang dikembangkan Pemkot Bandung.
"Teknologi di bandung akan kami lihat sebagai teknologi pembanding seperti apa teknologi terkini, yang ramah lingkungan, lebih cepat penanganan sampahnya. Sifatnya ini adalah investasi dari pemkot," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan