SuaraJogja.id - Pemda DIY memastikan revitalisasi beteng Keraton Yogyakarta tidak berhenti pada sisi dalam. Pembongkaran bangunan di sisi luar beteng juga akan dilakukan untuk mengembalikan fungsi beteng.
Namun Pemda akan melakukan kajian lebih lanjut untuk pembongkaran rumah atau bangunan di sisi luar beteng. Sebab beberapa rumah dan bangunan di kawasan luar beteng memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).
"Kita harus lihat dulu karena kan yang dulu untuk pojok beteng lor wetan itu kan juga ternyata sudah ada yang SHM juga. Kita kan belum tahu kondisinya," ujar Paniradya Pati Paniradya Kaistimewaan Aris Eko Nugroho di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (13/9/2023).
Menurut Aris, status kepemilikan beberapa rumah dan bangunan di sisi luar beteng berbeda dari rumah warga di sisi dalam atau njeron beteng. Warga di dalam beteng sama sekali tidak mempunyai legalitas, termasuk kekancingan dalam saat membangun rumahnya.
Karenanya Pemda tidak mau terburu-buru melakukan pembongkaran bangunan di sisi luar beteng atau tembok Baluwarti. Kajian lebih dalam akan dilakukan sebelum pengembalian fungsi beteng keraton benar-benar direalisasikan.
Apalagi berdasarkan data Keraton Yogyakarta, sisi luar beteng saat dibangun Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB I terdapat parit atau jagang. Parit itu memanjang dari timur ke barat yang mencapai 1.200 meter. Sedangkan dari sisi utara ke selatan mencapai 940 meter.
"Ya kita kaji dulu untuk sisi luar, jadi prosesnya yang paling pasti memang target utama adalah bagian dalam yang harus cepat kita selesaikan," ujarnya.
Seperti halnya njeron beteng, revitalisasi sisi luar beteng Keraton Yogyakarta dilakukan salah satunya mewujudkan Sumbu Filosofi sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO. Paniradya akan memanfaatkan dana keistimewaan (danais) untuk pembebasan lahan di kawasan tersebut.
Ditargetkan pembebasan lahan bisa selesai dua tahun mendatang. Dengan demikian revitalisasi bisa mulai dilakukan pada periode 2025 atau 2026 mendatang.
Baca Juga: Kekeringan Di Gunungkidul Meluas, Brimob Kerahkan Kendaraan Taktis Salurkan Air Bersih
"Kalau anggaran totalnya berapa kita masih ada perhitungan sampai saat ini, masih ada proses untuk pembebasan. Semoga saja di dalam dua tahun ke depan yang bagian dalam sudah bisa kita selesaikan. Diutamakan bagian dalam [beteng], nanti kalau misalnya bagian luar bisa ya alhamdulillah," kata dia.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit