Hal ini karena tidak lepas dari banyaknya pangkalan yang menjual dengan cara berkeliling dengan masuk ke area penjualan pangkalan lain. Perang harga juga ditetapkan oleh pangkalan yang menjual secara berkeliling tersebut.
Para pemilik pangkalan meminta kepada pemerintah dan Pertamina untuk mengerem laju pemberian ijin baru terhadap pangkalan atau agen baru. Sehingga stok gas elpiji di pasaran tidak melonjak sesuai dengan kuota sebelumnya.
"Ini kamii tidak bisa menjual, lha kok pangkalan dan agen baru terus nambah. Kami bisa gulung tikar kalau kayak gini,"kata dia.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Asar Janjang Riyanti mengakui jika kondisi penjualan gas elpiji 3 kilogram sedang lesu. Namun hal tersebut bukan karena penambahan kuota untuk Gunungkidul, tetapi memang karena kondisi perekonomian dan cuaca yang sedang tidak berpihak.
"Daya beli masyarakat menurun serta cuaca sangat terik. Masyarakat banyak yang kembali ke kayu bakar,"ujarnya
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung