Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Jum'at, 24 November 2023 | 10:04 WIB
Ilustrasi UMP Jogja. [ Ilustrator / Ema Rohimah]

Sementara itu, Sultonah (50) merupakan salah satu penjual soto di Yogyakarta. Sultonah berjualan di Jalan Perumnas, Yogyakarta. 

Perempuan asli Wonosari ini mengaku sudah berjualan soto selama 12 tahun, sekarang jalan 13 tahun. 

Awal berjualan, Sultonah mengatakan menjual soto seharga Rp3.500. Lalu sekarang sampai di harga Rp10.000.

Menanggapi isu kenaikan UMP DIY, Sultonah mengaku ia tidak terpengaruh dengan hal tersebut. 

Baca Juga: Naik Sampai Rp144 Ribu di 2024, Bagaimana Riwayat UMP DIY dalam Lima Tahun Terakhir?

Karena, Sultonah hanya bergantung pada harga bahan pokok di pasar. Jika harga di pasar naik, maka ia akan menaikkan juga harga sotonya. 

"Saya berjualan sudah dari tahun 2010, sekarang jalan 13 tahun jualan. Awal itu harganya cuma 3.500, sekarang jadi 10.000. Tapi ya kalaupun UMP DIY tahun depan naik, saya tidak akan terpengaruh dengan hal itu. Karena kalau saya tergantung dari harga di pasar. Kalau harga pasar naik, ya saya naikkan juga. Tapi kalau nggak, ya saya ga naikkan. Karena kasihan ke mahasiswa sih, kan nanti mereka harus bayar lebih mahal lagi kalau saya terus-terusan naikin harganya," ungkapnya.

Kontributor: Fristian Setiawan

Load More