SuaraJogja.id - Meningkatnya kasus Covid19 di Singapura dan Malaysia menjadi perhatian khusus dari Kementrian Kesehatan. Terlebih muncul kasus covid19 di Semarang usai bertemu dengan temannya yang baru saja pulang dari Singapura menjadi catatan tersendiri pencegahan penyebaran penyakit ini.
Di DIY sendiri ada penerbangan langsung dari Bandara YIA Kulonprogo ke kedua negara tersebut yaitu ke Singapura dan Malaysia. Namun demikian, Bandara YIA masih belum menerapkan kebijakan khusus berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran kasus Covid 19.
Stakeholder Relation Manager YIA, Ike Yutiane mengatakan berdasarkan informasi yang dia pegang, sampai saat ini pelaku perjalanan dalam dan luar negeri tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksin dosis ketiga. namun pelamu perjalanan tersebut dianjurkan tetap melakukan vaksinasi sampai dengan dosis keempat.
"Pelaku perjalanan dianjurkan melakukan vaksin booster kedua, "terangnya dikutip Senin (11/12/2023)
Vaksin booster memang dianjurkan untuk semua masyarakat terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19. Di samping itu Penggunaan aplikasi SATUSEHAT tetap dilakukan untuk memantau kesehatan pribadi.
Ike juga menambahkan sebelum penerbangan, tetap dihimbau berkoordinasi dengan maskapai yang akan digunakan untuk memastikan perihal tersebut. Alasannya karena setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda-beda.
"Sementara kebijakannya memang seperti itu, " tutur Ike.
Sampai saat ini, pihak manajemen Lion Group yaitu Maskapai yang membuka penerbangan dari YIA ke kedua negara itu belum memberika keterangan. Manager Humas Lion Group, Danang Mandala Prihantoro belum memberikan keterangan resmi berkaitan dengan langkah antisipasi penyebaran Covid19 tersebut.
"maturnuwun pertanyaannya, Pak kami sampaikan,"jawab dia singkat.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kasus TPPO di Bandara YIA, Dua Tersangka Berhasil Diamankan
Terpisah, General Manager Obellix Group Monica Prihatmo mengatakan sampai saat ini, peningkatan kasus Covid 19 di Singapura dan Malaysia memang belum ada dampak terhadap tingkat kunjungan dari beberapa obyek wisata yang di bawah manajemen Obelix Group. Wisatawan manca negara masih banyak yang berkunjung ke destinasi mereka
"Kami ada Obellix Hill, Obellix Sea dan Obellix Village san semuanya belum terpengaruh," terangnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja