SuaraJogja.id - Tahun ini UGM memperingati Dies Natalisnya yang ke-74, usia yang memang masih relatif muda jika dibandingkan dengan perguruan tinggi kenamaan seperti Harvard atau Cambridge.
Namun usia 74 tahun bukan waktu yang terlalu singkat pula, mengingat UGM telah hadir melalui dinamika perjalanan Bangsa Indonesia dari periode perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga era reformasi, mendidik generasi yang silih berganti dari Baby Boomers hingga Generasi Z.
Seiring dengan perubahan zaman yang terus bergulir dengan berbagai disrupsinya, UGM pun terus berproses menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan relevan, sembari tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang membentuk jati dirinya.
UGM kini tengah bergerak menuju Intelligent University, model perguruan tinggi yang mampu memanfaatkan seluruh potensi yang ditawarkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan institusi.
"Untuk menghadapi disrupsi teknologi dan berbagai tantangan masa depan pendidikan di skala nasional dan global, UGM terus melakukan peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan perguruan tinggi. UGM saat ini tengah melakukan digitalisasi melalui sistem informasi manajemen terintegrasi, serta transformasi proses bisnis berbasis digital yang menciptakan nilai berbasis layanan," terang Rektor UGM Ova Emilia.
Program transformasi digital UGM telah dimulai sejak tahun 2022 lalu melalui tim Task Force Transformasi Digital yang menghasilkan rencana dan peta jalan transformasi digital. Saat ini, program transformasi digital dijalankan di bawah komando Biro Transformasi Digital UGM yang baru dibentuk pada tahun ini.
Peta jalan transformasi digital mencakup program enterprise architecture, data analytic, integrasi data (big data), pengembangan future skills, transformasi proses bisnis melalui shared services and resources, single apps and platform, serta Advanced Technology Labs. Program lain yang tengah dikembangkan di antaranya UGM mobile ecosystem, aplikasi berbasis mobile untuk penyajian data dan layanan di Universitas Gadjah Mada, juga platform learning management system UGM Online yang menyediakan konten pembelajaran modular sistematis dan konten kekinian bagi masyarakat umum.
"Saat ini progres perkembangan proses transformasi digital terus diakselerasi dan berjalan. Enterprise Architecture UGM saat ini sudah mencapai 98% unit kerja ter-mapping yang akan dikembangkan ke dalam transformasi proses bisnis integratif ke dalam 6 klaster proses bisnis besar, yang didukung dengan tata kelola teknologi informasi untuk dukungan digitalisasi," terang Kepala Biro Transformasi Digital Mardhani Riasetiawan.
Menurut Mardhani, kunci keberhasilan transformasi digital ini adalah kolaborasi dan peran serta aktif seluruh pemangku kepentingan dan sivitas UGM. Karena itu, sejak bulan September lalu Biro Transformasi Digital telah melaksanakan program literasi transformasi digital yang melibatkan semua jajaran manajemen universitas dan fakultas, serta staf tenaga kependidikan.
Usung Transformasi Digital
Sejalan dengan tekad UGM untuk bergerak menuju Intelligent University, peringatan Dies Natalis ke-74 UGM pada tahun ini mengusung tema “Transformasi Digital: Harmonisasi Inovasi dan Kemanusiaan”. Berbagai kegiatan pun telah diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ini, dimulai dari upacara pembukaan di Balairung pada tanggal 23 Juni lalu hingga acara puncak pada tanggal 19 Desember.
"Kita berharap semua kemajuan yang kita coba untuk ikuti bersama, yang merupakan tantangan kita bersama, itu tidak menghilangkan sisi-sisi kemanusiaan, justru akan membuat kita semakin kokoh, semakin mampu berkarya dan menebar kemanfaatan bagi masyarakat luas," lanjut Ova.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-74 UGM, Prof. Selo menerangkan bahwa harmonisasi inovasi dan kemanusiaan menjadi isu yang menarik untuk diangkat di tengah era revolusi industri 4.0.
"Revolusi industri mestinya tidak melunturkan kemanusiaan. Harapannya perayaan Dies Natalis memberi momentum khusus yang berkesan tidak hanya bagi komunitas akademis tetapi juga para mitra, memperkuat kita menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan inovasi dan nilai-nilai kemanusiaan," paparnya.
Berita Terkait
-
Gelar Rangkaian Dies Natalis ke-74, UGM Beri Penghargaan ke Lima Alumnus Paling Mengabdi untuk Masyarakat
-
Massa Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Turun ke Gejayan, Soroti Upah Murah hingga Kerusakan Sistem Demokrasi
-
Membangun Generasi Unggul melalui Filosofi Ki Hadjar Dewantara dan Aristoteles dalam Mengubah Wajah Pendidikan Indonesia
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi