SuaraJogja.id - Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta memastikan harga bahan pokok sejak tahun baru 2024 tetap stabil. Meskipun ada beberapa komoditi yang merangkak naik akibat perubahan cuaca.
Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawas, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta,Sri Riswanti menuturkan sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan harga di antaranya bawang merah, bawang putih dan cabai merah besar. Kendati mengalami kenaikan harga namun masih tidak signifikan.
"Harga bahan pokok belakangan ini semakin naik. Terutama pada komoditi bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar di Kota Yogyakarta," kata Sri, dalam keterangannya, Minggu (7/1/2024).
"Penyebab kenaikan cabai ini diperkirakan akibat hasil panen yang menurun akibat perubahan cuaca," imbuhnya.
Belakangan harga bawang merah sedikit mengalami kenaikan yakni di harga yang bervariasi Rp30.000 per kg hingga Rp 38.000 per kg. Selain bawang merah, bawang putih juga mengalami sedikit kenaikan di harga Rp 40.000 per kg.
Selain itu harga komoditi cabai merah besar juga mengalami kenaikan di harga Rp 50.000 per kg. Ia mengungkapkan, harga cabai besar naik dikarenakan adanya permintaan/kebutuhan yang meningkat seperti digunakan untuk kebutuhan hajatan.
"Selain memang hasil produksinya banyak, harga naik dikarenakan oleh kebutuhan yang meningkat," terangnya.
Disampaikan Sri, kenaikan harga sejumlah komoditi itu tidak perlu dikhawatirkan hingga berlebihan oleh konsumen. Mengingat harga tersebut juga cenderung menurun dibandingkan dengan harga tiga minggu lalu.
"Kalau dari mulai sebelum hari raya Natal, tahun baru hingga hari ini bahan pokok tidak ada fluktuasi harganya. Harga masih stabil, walaupun ada beberapa yang mengalami kenaikan," ungkapnya.
Baca Juga: Harga Bahan Pangan Mulai Naik, DIY Subsidi Distribusi Sebesar Ini
Pihaknya mencatat justru ada penurunan harga beberapa komoditi lain. Misalnya seperti cabai rawit merah yang sebelumnya mencapai Rp 70.000 per kg kini di harga Rp 60.000 per kg.
Tak hanya itu, untuk komoditi daging ayam juga mengalami penurunan harga. Jika sebelumnya mencapai Rp 34.000 per kg menjadi Rp 31.000 per kg.
Ia memastikan ketersedian bahan pangan di Kota Jogja masih dalam kondisi aman pada awal tahun ini. Termasuk harga yang relatif stabil.
"Mengawali tahun baru ini ketersedian tidak ada hal mengkhawatirkan. Untuk pasokan ketersediaan melimpah dan harga stabil. Sehingga harapannya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan beberapa komoditas harga bahan pokok ini," ujar dia.
Berita Terkait
-
Tren Mualaf di Kalangan Artis, Ricky Cuaca Pilih Teguh pada Iman
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Jakarta Bernapas Lega: Kualitas Udara Membaik di Hari Lebaran! Kota Lain Bagaimana?
-
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Mudik Lebaran 2025, Ini Daftar Daerah Rawan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan