SuaraJogja.id - Setelah beberapa kampus mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (jokowi) menjelang Pemilu, giliran Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang bersuara. Mewakili 74 anggota PTMA di Indonesia, Forum Rektor PTMA menyampaikan tujuh pernyataan sikapnya.
Pernyataan sikap ini disampaikan karena menjelang Pemilu 2024, rakyat Indonesia disajikan berbagai perilaku elite politik yang tuna etika. Bahkan jauh dari nilai-nilai keadaban luhur bangsa.
"Proses demokrasi yang sudah dibangun sejak 25 tahun lalu, kini berjalan dengan penyimpangan yang tidak lagi sesuai dengan cita cita luhur kemerdekaan Republik Indonesia," papar Ketua Forum Rektor PTMA, Gunawan Budiyanto di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (2/2/2024) sore.
Karenanya di momentum Pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang, menurut Rektor UMY tersebut, perlu ada kontrak politik baru antara rakyat dengan calon pemimpin atau elit politik baru. Salah satunya dengan memilih calon pemimpin yang diyakini akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang bermartabat.
Dalam penyelenggaran Pemilu, Forum Rektor PTMA dengan melibatkan civitas akademika seluruh kampus PTMA melakukan pengawalan sekaligus pengawasan terhadap jalannya proses masa kampanye pemilu, penghitungan hingga penetapan suara di KPU. Hal itu dilakukan untuk memastikan pemilu terbebas dari berbagai tindakan pelanggaran maupun kecurangan.
Mereka meminta penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu hingga jajarannya di tingkat TPS untuk dapat menjaga integritas dan netralitas para petugasnya. Hal itu penting agar pemilu benar-benar berjalan sesuai dengan asas Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur dan Adil (jurdil).
"Kami menyerukan kepada warga uhammadiyah, terutama mahasiswa, dosen, dan karyawan di lingkungan PTMA untuk menjadi pengawas independen di masing-masing TPS dan melaporkan kepada pengawas TPS dan Bawaslu jika terjadi pelanggaran dan kecurangan," jelasnya.
Forum Rektor, lanjut Gunawan meminta semua aparat keamanan, kepolisian, militer, ASN, untuk bersikap netral selama proses Pemilu dan Pilpres 2024. Begitu pula Presiden, Wakil Presiden, Gubernur, Wakil Gubernur,
Bupati/Walikota serta Wakil Bupati/Wakil Walikota untuk bersikap proporsional dengan mengedepankan etika selama proses Pemilu dan Pilpres 2024.
Dalam pilpres dan pileg nanti, masyarakat diharapkan memilih pemimpin yang memiliki komitmen kuat dalam pembuatan kebijakan yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat. Selain itu mempunyai kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, berkomitmen dalam melakukan pemberantasan korupsi, dan menjamin kebebasan berpendapat.
"Dengan demikian, kita berharap Indonesia dapat memiliki pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat banyak untuk Indonesia yang berkeadaban serta menjunjung tinggi etika di atas hukum dan kekuasaan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulah Pemuda Perusak Bendera Merah Putih di Bantul Berbuntut Panjang, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga