SuaraJogja.id - Angka kunjungan wisata di DIY mengalami penurunan saat penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu pekan lalu. Bus-bus pariwisata yang sebelumnya ramai masuk ke berbagai destinasi wisata pun berkurang yang mengakibatkan okupansi hotel juga terimbas.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat, rata-rata tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi pada awal Februari 2024 turun menjadi 35 persen hingga 40 persen dibandingkan dengan Februari 2023 dengan rata-rata okupansi 47 persen. Hal ini terjadi akibat penurunan aktivitas, baik pemerintah maupun swasta fokus pada pemilu.
"Karena kalau kemarin pas pemungutan suara kan memang tidak banyak event, dan semua orang konsentrasi di daerah masing-masing [sehingga okupansi hotel dan wisatawan yang masuk ke diy berkurang," papar Plh Kepala Dinas Pariwisata (dinpar) DIY, Anita Verawati disela persiapan Coast to Coast Night Trail Ultra (CTC) 2024 di Yogyakarta, Selasa (20/02/2024).
Karenanya Vera berharap masih adanya sejumlah masalah pasca pemilu di DIY seperti pemungutan suara ulang (PSU) dan protes-protes lainnya tidak akan mempengaruhi sektor pariwisata ke arah. Keamanan di DIY pun diharapkan kondusif meski penghitungan suara belum selesai sampai saat ini.
"Kalau kita sih diharapkan tetap terjaga. Jogja itu tetap aman dan nyaman [bagi wisatawan]. Itu yang benar kita jaga, jangan sampai situasi ini mempengaruhi kondisi jogja. Kita berharap seperti itu," ungkapnya.
Pemda DIY, lanjut Vera tidak menghentikan sejumlah jadwal event pariwisata di DIY pada Februari 2024 ini agar angka kunjungan wisatawan kembali naik. Begitupula perijinan bagi berbagai event wisata dari berbagai pihak, termasuk wisata olahraga.
Sebut saja CTC 2024 yang akan digelar di pesisir pantai selatan Bantul pada 24-25 Februari 2024 mendatang. Kegiatan itu diharapkan mendongkrak promosi pariwisata DIY dan ajang promosi wisata ke tingkat mancanegara.
Terlebih gelaran itu akan diikuti 3.200 peserta dari 24 negara yang menempuh rute pesisir pantai pada malam hari dengan jarak ultra lebih dari 42 km. Diantaranya dari Indonesia, Rusia, Jerman, Belanda, Thailand, Malaysia, Pakistan dan Colombia.
"Mari bantu kita untuk membuat jogja tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi [melalui berbagai event pariwisata]. Jelas nantinya kegiatan ini dapat menghadirkan wisatawan di DIY karena pesertanya banyak yang dari luar negeri diikuti 24 negara," ungkapnya.
Vera optomis adanya event-event selevel internasional akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke DIY dapat meningkat.
Berita Terkait
-
Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Gunakan Kereta pada Minggu H+6
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
H-2 Lebaran, Sudah 738.591 Tiket Kereta dari Daop 1 Jakarta Terjual
-
Berkaca dari Menteri Pariwisata, Pentingkah Pejabat Publik Kuasai Public Speaking?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan