SuaraJogja.id - Dua orang anak buah kapal (ABK) yang sempat hilang usai nekat berenang ketika mesin kapal macet di perairan Kulon Progo berhasil ditemukan. Nahas yang dua ABK tersebut ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Koordinator Pos Basarnas Kulon Progo Seto Satrio menuturkan korban itu ditemukan oleh seorang warga pada pukul 14.00 WIB tadi. Saat itu korban sudah berada di daratan di Padukuhan Cubung, Pleret, Panjatan.
Kemudian tak lama setelah penemuan korban pertama, warga kembali menemukan satu korban lagi tepatnya pada pukul 15.25 WIB. Saat itu korban sudah terlihat oleh warga berada di pinggir pantai.
"Jarak penemuan dari lokasi kejadian musibah (LKM) ke korban satu kurang lebih 7,10 km dan dari LKM ke korban dua sekitar 10,05 km," kata Satrio, dalam keterangannya, Jumat sore.
"Sementara jarak penemuan dari korban 1 ke korban 2 kurang lebih 3,28 km ke arah timur," imbuhnya.
Kedua korban langsung dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa ke RSUD Wates untuk kepentingan lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan sebuah kapal nelayan dilaporkan mendadak mati mesin di perairan Kulon Progo tepatnya di sisi selatan Pantai Glagah. Dua dari empat anak buah kapal (ABK) yang sempat berada di kapal telah berhasil dievakuasi sementara dua sisanya masih hilang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sejauh ini, kapal nelayan yang bernama Mugi Jaya itu berangkat dari pelabuhan Perikanan Binuangeun, Lebak, Banten, pada Jumat (8/3/2024). Kapal yang membawa empat orang awak kapal itu direncanakan kembali pada Minggu (10/3/2024).
Namun ternyata hingga waktu yang direncanakan kapal belum kembali. Kemudian pada Rabu (13/3/2024) malam petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo mendapat laporan terkait penemuan kapal tersebut.
Dari informasi awal kapal itu berada di perairan Karangwuni Kulon Progo. Kemudian setelah sempat melihat daratan keempat ABK yang ada di kapal tersebut memutuskan untuk lompat ke berenang ketepian.
Dua orang ABK berhasil mendarat melalui Dermaga Karangwuni, Wates, Kulon Progo dengan selamat. Dua orang tersebut langsung dibawa oleh ambulans ke Rumah Sakit Rizki Amalia Temon.
Namun untuk dua orang ABK lainnya masih belum diketahui keberadaannya hingga kini. Saat ini petugas SAR gabungan masih terus melakukan pencarian.
Sementara untuk kapal nelayan sendiri sudah berhasil ditemukan. Kapal tersebut kini mendarat di sebelah barat pemecah ombak Pantai Glagah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
Terkini
-
Gempa Bumi Guncang Selatan Jawa, Pakar Geologi UGM Ungkap Penyebabnya
-
Kecelakaan Maut di Gamping, Pengendara Motor Tewas di Tempat Usai Hantam Truk
-
Mudik 2026 Anti Rewel! Ini 4 MPV Bekas Rp100 Jutaan Pilihan Cerdas untuk Perjalanan Jauh Keluarga
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 8 Halaman 151: Strategi Jitu Nilai Sempurna di Kurikulum Merdeka!
-
Mahasiswa UNY Akui Sengaja Bakar Tenda Polisi Pakai Pilox dan Korek yang Diberi Orang Tak Dikenal