SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kerja sama dengan 13 perusahaan di wilayah itu dan sekitarnya untuk mengatasi permasalahan bidang ketenagakerjaan yang berdampak pada pengangguran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Bambang Sutrisno di Kulon Progo, Rabu, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ketenagakerjaan serta menyelaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dunia industri dunia kerja.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu program kerja dari forum komunikasi lembaga pelatihan dengan industri daerah (FKLPID) yang merupakan forum komunikasi dan kemitraan yang dibentuk dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, industri dan lembaga pelatihan," kata Bambang.
Ia mengatakan salah satu tugas FKLPID dalam pelaksanaan kemitraan adalah mengkoordinasikan dan memfasilitasi penyusunan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dengan industri yang dimaksudkan memperkuat kemitraan kolaboratif untuk mendukung keterampilan dan kebutuhan antara hasil lembaga pelatihan kerja pemerintah dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja di daerah.
Menurut dia, adanya kesepakatan bersama ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Kulon Progo.
"Selanjutnya sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama tersebut, harapan kami untuk diikuti dengan perjanjian kerjasama teknis yang dapat digunakan sebagai pedoman kemitraan kolaboratif sebagai salah satu jalan keluar menghadapi permasalahan bidang ketenagakerjaan," kata Bambang.
Adapun ketiga belas perusahaan yang menjalin kesepakatan bersama ini yaitu PT Sung Chang Indonesia, PT Putra Patria Adikarsa, PT Toto Jogko Abadi Jaya, CV Karya Hidup Sentosa, PT Khotis Jawa Indonesia, Morazen Yogyakarta, Tiara Catering, PT Anggun Kreasi Garmen, Perumda BPR Bank Kulon Progo, Perumda Air Minum Tirta Binangun, Perumda Aneka Usaha , PT Selo Adikarto dan Bank BPD DIY.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap kesepakatan ini mampu menyelesaikan permasalahan tingginya angka pengangguran usia produktif adalah rendahnya serapan tenaga kerja di dunia kerja, baik sektor formal maupun informal.
"Salah satu hal yang berpengaruh besar adalah adanya ketidaksinkronan antara kompetensi lulusan pendidikan formal dengan kebutuhan dunia usaha dunia industri dunia kerja. Salah satu cara untuk menjembatani ketidaksinkronan tersebut dilaksanakan melalui penyelenggaraan pelatihan kerja, baik di lembaga milik pemerintah maupun swasta," kata Ni Made.
Ni Made juga berharap semakin banyak pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja, sehingga seluruh tenaga kerja terserap maksimal dan memiliki kualitas SDM yang baik.
"Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan suatu negara. Dengan tersedianya SDM unggul, maka akan menjadi salah satu pilar penopang pertumbuhan ekonomi negara," harap Ni Made.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya