SuaraJogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan Program Bantuan Sosial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) di Warung Arnis Kelurahan Wukirsari, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu.
Sri Sultan mengatakan bantuan sosial ini merupakan salah satu cara mewujudkan visi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan generasi lanjut usia merupakan sebuah kekayaan yang tidak ternilai. Berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan inilah, memberikan jaminan hidup yang layak serta kenyamanan menjadi hal yang wajib dilakukan.
"Memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para lansia bukanlah sekadar pilihan. Itu adalah sebuah panggilan jiwa, kewajiban moral yang menuntut tindakan nyata dari kita semua," katanya.
Setiap bulan, DIY menyalurkan bantuan sosial pangan kepada 8.000 lansia nonpenerima pensiunan, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Besaran bantuan pangan yang sudah berjalan tiga bulan ini senilai Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui rekening digital para lansia berusia di atas 60 tahun tersebut.
Selanjutnya, penerima bansos JSLU melakukan transaksi pembelanjaan di Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) yang ditunjuk, untuk dilakukan scaning dengan aplikasi Raharjo yang sudah disiapkan oleh BPD DIY.
Ia mengatakan saat ini berdasarkan indeks pembangunan kesehatan, sudah terjadi penurunan angka kelahiran, kesakitan, kematian dan meningkatkan umur harapan hidup.
Peningkatan usia harapan hidup ini harus diikuti dengan terciptanya generasi lansia yang tangguh, aktif, mandiri dan produktif. Oleh karena itu, mesti dihadapkan pada tantangan penurunan fisik dan mental, semangat kaum lansia wajib dijaga agar dapat berkontribusi bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Pastikan Jalan Utama dan Alternatif di Sleman Siap Dipakai untuk Arus Mudik 2024
"Faktanya sekarang banyak para lansia yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Terutama yang hidup tanpa cukup uang pensiun, aset atau tabungan. Ini yang harus kita perhatikan, dan layanan kita kepada mereka menjadi komitmen yang tidak boleh dikhianati," katanya.
Sultan mengatakan selain bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan lansia, bantuan ini dapat meningkatkan jumlah konsumsi lansia.
"Hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi penurunan angka kemiskinan dan mampu meningkatkan kualitas ekonomi tidak hanya bagi lansia, namun juga bagi pemilik warung maupun masyarakat sekitar," katanya.
Namun demikian, Sri Sultan berharap para lansia yang masih mampu bekerja, dapat menggunakan tenaga dan pikiran untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Sri Sultan juga mengimbau banyak pihak untuk meneguhkan komitmen dan memastikan para lansia merasa dihargai, dilindungi dan terus mampu berkontribusi bagi generasi yang akan datang.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bansos JSLU melalui Waluyo ini merupakan terobosan tepat untuk memudahkan lansia mengakses bantuan yang diberikan.
Berita Terkait
-
Apes, Kakek Asal Yogyakarta Ini Tewas Saat Berhubungan Badan dengan PSK Lansia di Pantai Parangkusumo
-
Tiba-tiba Oleng hingga Tabrak Halte Trans Jogja, Seorang Lansia Meninggal Dunia
-
Nyaris Tewas saat Nekat Gantung Diri di Rumah, Pria Lansia asal Bantul Buru-buru Diselamatkan Istri Pakai Sabit
-
Jumlah Lansia Tinggi, 1,08 Persen Masyarakat DIY Miskin Ekstrem
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih
-
Duit Sudah Disetor, Perekrut Menghilang, Calon Pekerja Migran di DIY Jadi Korban
-
Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit
-
Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
-
Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih