SuaraJogja.id - Pembangunan tol Jogja-Solo yang terus dikebut tak hanya berdampak pada rumah warga. Makam di Padukuhan Bayen, Purwomartani, Sleman pun ikut terdampak program pemerintah tersebut.
Karenanya warga berharap Jasa Marga memberikan kejelasan terkait anggaran pemindahan dan pembangunan makam baru. Meski saat ini sudah ada opsi lahan untuk relokasi, mereka belum mendapatkan kepastian ganti rugi yang sesuai dengan nilai tanah.
"Pemindahan makam direncanakan di tanah kas desa sebelah selatan kampung, namun anggaran untuk pemindahan dan pembangunan makam baru masih belum jelas," papar Kepala Dukuh Padukuhan Bayen, Mukti Sukamdani di Yogyakarta, Rabu (03/04/2024) petang.
Menurut Mukti, saat ini salah satu makam warga terdampak pembangunan tol secara keseluruhan. Sedangkan makam lainnya terkena sebagian. Padahal ada sekitar 300 warga Bayen yang terdampak pembangunan tol.
Namun ganti rugi pemindahan makam diperkirakan hanya diberikan untuk tanah bangunan. Sementara untuk lahan tidak ada ganti rugi.
"Kalau untuk ganti rugi, menurut informasi yang sudah diterima kemarin kita menunggu dari apresel. Menunggu dari apresel pihak tol dan yang diapresel kan cuma tanah bangunannya saja, bukan tanahnya. Jadi hanya pagar dan juga makamnya saja, kalau tanahnya tidak ada ganti rugi,” jelasnya.
Tim Jasa Marga, lanjut Mukti rencananya hadir dalam pertemuan selanjutnya dengan warga. Dalam pertemuan itu akan dijelaskan sistem pembayaran ganti rugi kepada warga.
“Nanti ada dari pihak dari tim jasa marga nanti yang akan menjelaskan kaitannya dengan awal mula kemarin kita menyampaikan aspirasi kami kaitannya dengan pemindahan makam. Nah nanti harapannya nanti ada titik terang yang akan disampaikan dari pihak jasa marga," ungkapnya.
Sementara Ketua Aliansi Bayen Bersatu, Handoko menyatakan, warga Bayen membentuk forum untuk menyampaikan aspirasi mereka atas pembangunan tol. Melalui forum tersebut diharapkan warga bisa jadi media mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka, termasuk relokasi makam.
Baca Juga: Geger Pemuda Bawa Senjata Api Ditangkap di Sleman, Diduga Berawal dari Saling Tantang
"Proses mediasi dengan pihak terkait masih berlangsung dan dibantu oleh Polda DIY. Warga bayen tidak mampu menanggung biaya relokasi makam sendiri dan berharap pihak pengembang dan pekerja dapat membantu menyediakan makam yang siap pakai," ungkapnya.
Bantuan tersebut, lanjut Handoko sangat mereka butuhkan. Sebab biaya relokasi makam sangat tinggi karena membutuhkan pembangunan jalan baru, jembatan, talud dan pemerataan tanah.
Padahal saat ini lokasi pemindahan makam masih belum ditentukan. Karenanya warga Bayen menginginkan tanah pengganti makam menggunakan tanah kas desa.
Kedepan warga tidak akan menerima tawaran dari pihak lain untuk merelokasi pemindahan selain di tanah kas desa yang mereka inginkan. Hal ini penting karena pencarian tanah pengganti sangat rumit dan tidak ada lagi tanah yang tersedia di sekitar makam yang terdampak.
"Kami berharap pihak pengembang dapat mempertimbangkan permintaan kami agar makam yang dipindahkan dapat digunakan dengan layak dan tidak membebani warga dengan biaya tambahan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Sejahterakan Lansia, Gubernur DIY Luncurkan Program Bantuan Sosial JSLU di Sleman
-
Terlibat Kecelakaan di Jalan Palagan, Warga Negara Prancis Tewas di Lokasi Kejadian
-
Cegah Penyimpangan, Pemkab Sleman Adakan Pelatihan Pengelola Parkir
-
Geger Pemuda Bawa Senjata Api Ditangkap di Sleman, Diduga Berawal dari Saling Tantang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
42 Kasus Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026 di Kota Jogja, Warga Diminta Tak Bakar Sampah
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan