SuaraJogja.id - Sebanyak 15 ribu orang melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan pesawat di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo di hari Senin (8/4/2024) ini. Pergerakan pesawat di Bandara ini bakal mencapai 121 kali penerbangan.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara YIA, Rully Artha menuturkan jumlah penumpang 15.510 orang di hari Senin ini. Di mana ada 10.572 penumpang yang datang dan 4.938 penumpang berangkat dari bandara ini di hari Senin.
"Puncaknya sehari sebelumnya. Di mana ada 17,6 ribu orang,"tutur dia.
Dia menyebut pada hari Minggu (7/4/2024) kemarin jumlah penumpang mencapai 17.617 orang. Di mana ada 129 pergerakan pesawat dengan kargo mencapai 54.506 kilogram.
Sementara selama arus mudik dari tanggal 3-7 April 2024 jumlah penumpang: 80.154 orang atau tumbuh 9%. Di mana ada 572 pergerakan atau tumbuh 8% dan jumlah Kargo mencapai 297.089 kg atau tumbuh 45%.
"Sudah ada pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat," tambahnya.
Rully mengaku mereka mencatat trafik penumpang harian tertinggi selama beroperasi penuh Maret 2020, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) melayani 18.549 penumpang pada puncak arus mudik yaitu H-4 jelang Lebaran 2024/1445 H.
Jumlah penumpang tersebut tercatat pada tanggal 06 April 2024, mencapai pertumbuhan 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Pertumbuhan juga tercatat pada pergerakan pesawat yang mengalami kenaikan 19 persen, dengan melayani 127 pergerakan pesawat, dan pertumbuhan 60 persen kargo dengan melayani 60.946 kg.
Selama 4 hari pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2024/1445 H yang dimulai pada tanggal 03 April 2024 sampai dengan 06 April 2024, YIA telah melayani 62.537 penumpang. Dengan 38.145 penumpang datang dan 24.392 penumpang berangkat, tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Serta 443 pergerakan pesawat yang tumbuh 8 persen, dan 242.583 kg kargo yang mengalami kenaikan 44 persen.
Baca Juga: AP I Sebut: Puncak Trafik Penumpang Bandara YIA 18.549 Orang
“Kami akan tetap memastikan segala kesiapan fasilitas dan layanan, serta kesiapsiagaan seluruh personil di bandara, sehingga seluruh pengguna jasa bandara dapat mendapatkan pelayanan yang baik. Kami pun akan memastikan operasional bandara dijalankan dengan prinsip 3S41C (Safety, Security, Services, and Compliance) untuk mendukung pemerintah dalam memastikan dan mewujudkan mudik dan perjalanan yang aman, nyaman, dan sehat,” jelas Ruly Artha.
Pada puncak arus mudik (06/04), rute Jakarta (CGK) dan Denpasar (DPS) masih menjadi rute yang paling banyak dituju oleh penumpang, tercatat 4.568 orang menggunakan rute CGK dan 2.050 orang menggunakan rute DPS. Rute domestik yang banyak dituju pada puncak arus mudik lebaran 2024 (06/04) adalah Balikpapan (BPN) sebanyak 1.912 orang penumpang, Makassar (UPG) dengan 1.712 orang, dan Jakarta-Halim (HLP) sebanyak 1.169 orang penumpang.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana