SuaraJogja.id - Salat Idul Fitri yang diselenggarakan di Lapangan Tamanan Kapanewon Banguntapan, Bantul menjadi pergunjingan warganet. Isi khutbah yang disampaikan oleh khatib ternyata banyak disoal oleh jamaah karena menyinggung kecurangan pemilu.
Isi khutbah yang dianggap nyeleneh itu berbuntut banyak jamaah yang membubarkan diri karena isi yang mengkritik posisi presiden Jokowi dalam Pilpres 2024 kemarin.
"[Video] salat ied di lapangan Tamanan Bantul lagi rame lur, khotbah politik di tinggal bubar jamaah. senang_saya & ekosupraptowibowo" demikian unggahan dalam akun X @merapi_uncover.
Menanggapi ramainya video yang viral tersebut, Kepala Kantor Kemenag Bantul, Ahmad Shidqi ketika dikonfirmasi mengaku sangat menyesalkan dengan isi khutbah tersebut.
Padahal jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan hari Raya Idul Fitri pihak Kemenag Bantul sudah mengeluarkan Surat Edaram (SE) yang berisi tentang himbauan materi ceramah agar tidak menyinggung masalah politik.
"Kami sangat menyesalkan itu. Padahal kami sudah mengeluarkan SE tentang materi khuthah agar menyejukkan," kata dia Jumat (12/4/2024)
Kemenag Bantul telah menyosialisasikan kepada masyakat terkait dengan panduan penyelenggaraan Idulfitri sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) No.1/2024. Sesuai poin pertama panduan tersebut, Kantor Kemenag Bantul mengimbau agar umat Islam melaksanakan Idulfitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi.
Selain itu, dalam panduan tersebut jelas disebutkan dalam poin kelima terkait dengan imbauan materi khotbah Idulfitri 1445 H. Di mana materi khotbah disampaikan dengan menjunjung tinggi Ukhuwah islamiah, mengutamakan nilai-inilai toleransi.
"Kami juga sudah klarifikasi ke panitia. Dan mereka mengaku memang tidak ada kesepakatan isi khutbah," kata dia.
Baca Juga: Khutbah Dosen Bahas Politik Saat jadi Khatib Salat Idul Fitri di Bantul Viral, Ini Respon UAD
Ketua PHBI Tamanan, Sujendro Nugroho menambahkan dirinya selaku perwakilan panitia penyelenggara salat Idul Fitri 1445 H di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul meminta maaf atas kejadian tersebut.
Mereka juga kaget ketika khatib yang menyampaikan ceramah menyinggung dugaan kecurangan pemilu. Khatib sendiri adalah seorang akademisi yang juga dosen yang sempat mengajar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
"Kami mohon maaf untuk itu. Kami memang terlalu fokus pada kegiatan lain," kata dia.
Awalnya panitia memang kesulitan mencari khatib untuk salat Idul Fitri karena para ustaz sudah mengisi ceramah di tempat lain. Hingga akhirnya muncullah nama khatib tersebut
Sujendro mengaku yang meminta sang khatib mengisi khutbah salat Id. Namun saat itu dirinya tidak menemui langsung yang bersangkutan. Dia hanya berkomunikasi melalui handphone karena kesibukannya mempersiapkan takbiran.
"Kemarin cuma WA saat meminta beliau menjadi khatib karena waktunya sangat mepet," ujarnya.
Berita Terkait
-
Khutbah Dosen Bahas Politik Saat jadi Khatib Salat Idul Fitri di Bantul Viral, Ini Respon UAD
-
Pro Kontra Isi Khutbah Salat Idul Fitri yang Singgung hasil Pemilu 2024 di Bantul, Jamaah justru Bubar Tinggalkan Tempat
-
Berkat Jokowi Effect, Relawan Sebut Kemenangan Prabowo-Gibran Momen Pembalasan Hinaan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais