SuaraJogja.id - Pemandangan miris terlihat di sejumlah ruas jalan utama Kota Yogyakarta. Sampah-sampah berserakan hingga masuk ke badan jalan.
Sebut saja sampah yang menumpuk di Jalan Brigjen Katamso. Padahal kawasan sekolah tersebut merupakan salah satu ruas jalan yang dilewati pengendara kendaraan roda dua dan empat serta para pejalan kaki.
Pemandangan serupa juga terlihat di samping Masjid Syuhada di Jalan I Dewa Nyoman Oka. Meski ada spanduk larangan membuang sampah, justru di kawasan itu penuh dengan tumpukan sampah.
Begitu pula sampah yang berserakan di persimpangan Jalan Poncowinatan menuju Jalan Magelang. Padahal ruas jalan utama tersebut seringkali dipadati kendaraan menuju perempatan Pingit.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo saat dikonfimasi, Jumat (19/04/2024) mengakui persoalan itu. Padahal Pemda DIY sudah membuka TPST Piyungan untuk menampung sampah dari kabupaten/kota.
"Kami menyadari kami lewat ke beberapa titik di pinggir-pinggir jalan [sampah] masih menumpuk. Ini mestinya menjadi bagian dari [tugas] teman-teman di kota [jogja] untuk bisa dieksekusi [sampahnya] karena kami sudah ada pelayanan mulai hari ini ke [tpst] piyungan," paparnya.
Menurut Kusno, dimungkinkan tumpukan sampah muncul di berbagai ruas jalan akibat petugas kebersihan yang tidak mengambilnya pasca lebaran 2024 untuk dikirim ke depo-depo. Apalagi sejumlah depo di Kota Yogyakarta sengaja dikosongkan dengan alasan untuk menampung sampah wisatawan dan pemudik selama lebaran.
Padahal sebelum libur Lebaran, petugas kebersihan masih menjaga depo-depo. Sehingga warga bisa membuang sampah di depo alih-alih dibuang ke sembarang tempat.
"Kalau melihat tumpukan-tumpukan [sampah] di pinggir-pinggir jalan itu yang kami lihat sebelum liburan lebaran itu masih ditunggui dari penjaga-penjaga [kebersihan] di kota jogja. Namun setelah lebaran kami kok tidak melihat lagi yang terjdi kok tumpukan-tumpukan [sampah] tadi yang belum dieksekusi," paparnya.
Karenanya Kusno meminta Pemkot Yogyakarta segera mengeksekusi sampah-sampah yang berserakan di berbagai titik. Apalagi kuota sampah dari Kota Yogyakarta untuk dikirim ke TPST Piyungan mulai 19-30 April 2024 mendatang secara kumulatif hanya 438 ton.
Begitu pula sampah di Bantul yang hanya bisa dikirim ke TPST Piyungan sebesar 303 ton. Sedangkan dari Sleman diberi kuota 399 ton selama dua minggu kedepan. Sebelumnya selama libur Lebaran, kuota sampah yang bisa diangkut ke TPST Piyungan sebanyak 350 ton.
"Kita masih ada spot kuota yang menampung namun tidak seperti yang kemarin [lebaran], mungkin separonya aja. Jami pun sampai 30 april [2024] hanya layanannya lima hari," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang