Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 08 Mei 2024 | 11:50 WIB
Dirjen PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan paparannya terkait pengolahan sampah DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (7/5/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

"Kalau pengolahan sampah butuh sampah yang sudah dipilah-pilah, tentu masyarakat juga harus diedukasi. Karena kalau pas diangkat dicampur lagi, ya percuma," ungkapnya.

Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengklaim Kota Jogja saat ini memiliki dua tempat pengelolaan sampah yang dapat beroperasi. Sebut saja TPST Nitikan dan TPST Kranon. Selain itu TPST Karangmiri yang akan digunakan awal Juni 2024 mendatang.

Namun tiga TPST tersebut belum mampu mengakomodir seluruh sampah di Kota Yogyakarta yang mencapai 200 ton per hari. Karenanya Pemkot mencoba bekerjasama dengan pihak swasta.

"Kalau pengelolaan sampah kota padat penduduk paling cocok apa teknologinya? Di kota-kota besar yang pada penduduk incinerator, tapi itu perlu kajian dan akan kami lakukan kajian itu," imbuhnya.

Baca Juga: TPST Piyungan Ditutup, Tumpukan Sampah justru Menggunung di Tepi Jalan Siluk-Panggang

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More