SuaraJogja.id - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta menerjunkan sebanyak 180 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memastikan kesehatan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
"Bulan Juni nanti kami menerjunkan tim kami bekerja sama dengan Kampus UGM untuk mengecek kondisi di lapangan sekaligus mendampingi masyarakat saat penyembelihan hewan kurban," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP DIY R Hery Sulistio Hermawan di Yogyakarta, Kamis.
Menurut Hery, pelibatan mahasiswa termasuk dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM diperlukan mengingat jumlah petugas pemantau kesehatan hewan dari dinas pertanian terbatas untuk menjangkau lokasi penyembelihan hewan kurban di lima kabupaten/kota.
Selain mengecek kesehatan hewan, para petugas beserta mahasiswa bakal melaporkan secara cepat manakala mendapat temuan hewan atau daging hewan yang tidak sehat.
"Kalau ada apa-apa mereka bisa lebih cepat berkoordinasi dan memutuskan sesuatu," ucap dia.
Hery memastikan hewan kurban baik sapi maupun domba di DIY hingga saat ini aman dari penyakit antraks, meski masih ada laporan terkait penyakit lain seperti lumpy skin disease (LSD) maupun penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Penyakit 'lato-lato' (LSD) dan PMK kasusnya masih ada cuma sudah terkondisikan," kata Hery.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap cermat membeli ternak untuk kurban dengan memastikan kesehatannya berdasarkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Kepala Bidang Peternakan DPKP DIY Erna Rusmiyati mengatakan sebanyak 180 mahasiswa FKH UGM bakal mendapat pembekalan dari DPKP DIY pada Juni 2024.
Baca Juga: Heboh Mahasiswa Hukum UGM Hendak Tabrak Mahasiswa Lain, Begini Penjelasan Polisi
Usai memperoleh pembekalan, para mahasiswa akan bertugas memastikan daging hewan kurban aman, sehat, utuh, dan higienis (ASUH) serta layak dikonsumsi sebelum dibagikan ke masyarakat.
"Mahasiswa yang dipilih adalah yang telah memasuki semester akhir. Mereka akan mendapatkan pembekalan dari fakultas, serta praktisi dari rumah pemotongan hewan (RPH)," ujar Erna.
Berdasarkan data DPKP DIY, populasi sapi siap potong di provinsi ini pada triwulan I 2024 tercatat sebanyak 294.839 ekor, populasi kambing 455.889 ekor dan domba 148.278 ekor.
Persediaan tersebut jauh lebih banyak dibandingkan rata-rata kebutuhan hewan kurban setiap tahun.
Pada 2023, realisasi hewan kurban di DIY sebanyak 26.072 ekor sapi, 24.714 ekor kambing, dan 27.459 ekor domba yang tersebar di 8.387 lokasi penyembelihan di lima kabupaten/kota.
Berita Terkait
-
Cegah Penularan Penyakit Jelang Idul Adha, Puskeswan Playen Awasi Lalu Lintas Ternak di Pasar Siono
-
Kembangkan Industri Pesawat Tanpa Awak, Dosen Teknik UGM Dikukuhkan Guru Besar
-
Lewat Event 'Pejuang Run', HIPMI UGM Ajak Anak Muda Menjadi Wirausaha
-
Jelang Idul Adha, Kabupaten Sleman Masih Kekurangan Hewan Ternak untuk Kurban
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan