SuaraJogja.id - Ribuan warga memadati kawasan Istana Negara atau Gedung Agung, Jumat (24/05/2024). Bukan tanpa alasan, mereka menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo (jokowi) yang tengah menginap di istana negara tersebut yang kembali membagikan sembako kepada warga.
Mengenakan baju putih dan celana hitam, Jokowi keluar dari istana sekitar pukul 16.00 WIB. Masyarakat memadati kawasan Titik Nol Km tersebut pun mulai antri saat pintu gerbang Istana Kepresidenan dibuka.
Jokowi terlihat hadir bersama cucu pertamanya, Jan Ethes yang tengah bermain sepeda dengan kerabatnya. Meski tak membagikan sembako secara langsung, Jokowi memantau kegiatan tersebut dari taman.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pun melambaikan tangan dan tersenyum pada warga penerima bantuan sembako yang menyapanya. Warga yang mendapatkan sambutan tersebut pun antusias dan terus memanggilnya.
Sejumlah wisatawan yang berada di Titik Nol Km pun antusias memanggil nama Jokowi meski berada di luar pagar. Presiden yang mengetahui hal itu pun membalas lambaian tangan dari jauh.
"Ini kami pas wisata ke jogja, malah kesempatan bisa melihat pak Jokowi secara langsung meskipun jauh. Senang sekali bisa lihat presiden," ujar salah seorang wisatawan asal Cirebon, Dita yang datang bersama keluarganya.
Kehadiran Jokowi ini di Yogyakarta selama beberapa hari sejak Kamis (23/05/2024) malam ini menjadi penanda ketidakhadirannya pada pembukaan Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta Utara hingga 26 Mei 2024 mendatang.
Bahkan ketidakhadiran Jokowi dalam Rakernas PDIP kali ini menjadi kali pertama dalam sepuluh terakhir. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dalam kesempatan yang berbeda memberi sinyal tidak mengundang Presiden Jokowi sebagai bentuk kekecewaan atas pelaksanaan Pemilu dan Pilpres lalu.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Soal Kabar Jokowi Bukan PDIP Lagi, Ganjar Pranowo: Mekanisme Internal Saja
Berita Terkait
-
Ratusan SPBU di Jogja Sempat Alami Gangguan, Ini Penjelasan Pertamina
-
Disinyalir Ada Permainan Importir, Harga Bawang Putih di Jogja Masih Tinggi
-
Polisi Ungkap Tren Curat di Jogja Masih Konvensional, Congkel Pintu hingga Jendela Rumah
-
Perbaiki Asrama Madura di Jogja, Mahfud MD Cerita Sulitnya Cari Donatur
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup