SuaraJogja.id - Pria berinisial SMT (40) warga Gondokusuman, Kota Jogja dan perempuan berinisial EK (36) warga Gunungkidul diamankan polisi. Hal ini menyusul aksi dugaan malpraktik yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Depok Barat, Kompol Tri Hartanto. Ia menyebut kasus ini terungkap usai keluarga korban melapor ke Polsek Depok Barat.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (25/5/2024) sekira pukul 17.30 WIB kemarin. Bertempat di salah satu salon di wilayah Jalan Babarsari, Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman.
"Bahwa pada hari, tanggal, bulan serta tahun tersebut telah terjadi dugaan malpraktik yang mengakibatkan korban meinggal dunia," kata Tri saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/2024).
Diceritakan Tri, kasus ini bermula pada hari Sabtu (25/5/2024) kemarin sekira pukul 12.00 WIB korban datang ke TKP sendirian dengan mengendarai sepeda motor. Korban saat itu bertujuan untuk melakukan perawatan pada payudara.
Korban sendiri juga sudah membuat janji dengan pemilik salon sehari sebelumnya. Kedatangan korban lalu disambut karyawan salon dan selanjutnya dilakukan tindakan praktik.
"Dengan cara disuntik dengan cairan 'filler' pada payudara [korban]," ucapnya.
Setelah selesai, korban lalu pergi menuju Klaten. Namun tak lama pada pukul 14:30 WIB korban mengeluh pusing dan merasa asam lambung naik hingga badan gemetar dan muntah-muntah.
Kemudian pukul 17:00 WIB korban dibawa oleh istri pemilik salon dan temannya menuju ke RSKIA Sadewa. Dari keterangan petugas di rumah sakit korban tiba di rumah sakit pukul 17:27 WIB.
Baca Juga: Delapan WBP Terlibat Pungli di Lapas Cebongan Dimasukkan Register F, Terancam Kehilangan Hak-haknya
Nahas kondisi korban kian memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pukul 17:30 WIB. Pihak keluarga yang masih merasa janggal atas kematian korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Mendapat laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Hasilnya diketahui korban diduga mengalami malpraktik.
Dua orang diamankan akibat dari kasus ini. Ada SMT sebagai pemilik salon dan EK salah seorang karyawan salon.
"Telah diamankan pelaku tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar atau melakukan praktik kefarmasian yabg tidak memiliki keahlian dan kewenangan," ujarnya.
"Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Depok Barat," imbuhnya.
Dua pelaku disangkakan dengan tindak pidana praktik kefarmasian yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 197 atau pasal 198 Jo 106 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009.
Berita Terkait
-
Percepatan Relokasi Makam Mbah Celeng yang Terdampak Tol Jogja-Solo Dapat Lampu Hijau, Juni Mulai Dipindahkan
-
Dugaan Pembatalan Pelantikan Pejabat di Sleman Sarat Politik, Pos Pera Sentil Bupati Tak Manfaatkan Jabatan
-
Korban Meninggal Dalam Peristiwa Keracunan Sambelan Bertambah, Polsek Playen Lakukan Penyelidikan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru