Sejauh ini, kata Arif, nama-nama yang berpotensi untuk diusung maju sebagai Sleman satu itu meliputi Bupati Sleman petahana Kustini Sri Purnomo, mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya serta anggota DPR RI, Sukamto.
"Ya saat ini potensinya baru Pak Harda, sama Bu Kustini yang untuk calon Bupati, termasuk Pak Kamto juga untuk calon bupatinya. Belum (dipastikan), untuk Sleman belum. Saat ini kita masih menggodog di internal koalisi itu," tuturnya.
Dia menargetkan koalisi lima partai tersebut sudah dapat menentukan nama calon bupati yang akan diusung pada bulan Juni ini.
"Target kita minggu-minggu ini dalam pertengahan Juni ini nanti sudah selesai. Karena kita kan harus berproses juga ke DPP. Jadi minggu-minggu ini nanti bisa kita selesaikan," tandasnya.
Baca Juga: Sleman Gencarkan Gerakan Intervensi, Stunting Melandai di Angka 12,4 Persen
Dukungan untuk Danang
Terpisah, Sekretaris DPD Gerindra DIY Nur Subiyantoro menilai poster tersebut sebagai wujud dukungan dari masyarakat kepada Danang Wicaksana Sulistya atau yang akrab disapa DWS.
"Jadi saya selaku Ketua Tim Monitoring Pilkada 2024 dari DPD Gerindra DIY memang menemukan adanya foto dan gambar-gambar Bu Kustini berpasangan dengan Mas Danang di media sosial. Tentu kami menanggapi itu semua dengan senang, karena begitu besar dan begitu tingginya antusias warga Sleman memberikan dukungan kepada Mas Danang untuk dipasangkan dengan Bu Kustini," kata Ketua Tim Monev Pilkada se-DIY tersebut.
Kembali mencuatnya nama DWS, menurut Nur merupakan hal yang wajar mengingat pria kelahiran 4 Januari 1979 tersebut salah satu tokoh populer di kalangan warga Sleman.
"Karena kita tahu Mas Danang ini sudah beberapa kali ikut berkontestasi di Sleman, dan juga merupakan warga asli Sleman," terangnya.
Walau begitu, Nur menegaskan pihaknya urung bisa menindaklanjuti lebih jauh terkait keberadaan poster bergambar Kustini dan DWS tersebut.
Berita Terkait
-
Banyak Penolakan, Sekjen Gerindra Pede Prabowo Segera Teken UU TNI yang Baru
-
Persahabatan Wika Salim dan Danang Pradana Sempat Renggang, Kini Kembali Akrab
-
Sekjen Gerindra Setuju TNI Isi Jabatan Sipil, Asal Disetujui Presiden Prabowo
-
Prabowo Mau Bikin 'Penjara Hiu' Buat Koruptor di Pulau Terpencil, Muzani Bilang Ini
-
Mendagri Tito Tolak Usulan Fraksi Gerindra Minta PSU Pilkada Pakai Dana Pendidikan: Kami Gak Korbankan yang Wajib
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas