
SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memastikan seluruh peserta didik penyandang disabilitas tertampung dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). Hal itu menyusul daya tampung yang memang lebih banyak.
"Data kita, anak-anak lulusan SD yang mau masuk SMP yang menyandang disabilitas dengan kuota yang kita sediakan jauh lebih besar kuotanya. Jadi pasti akan tertampung," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman Ery Widaryana, Jumat (14/6/2024).
Dalam kesempatan ini, Ery menuturkan peserta didik penyandang disabilitas dapat mengikuti PPDB untuk jalur afirmasi. Dalam aturan tahun ini calon peserta didik penyandang disabilitas hanya memilih satu sekolah yang ada di zonasi itu dan jika melebihi kuota maka seleksinya menggunakan usia.
Khusus untuk jalur afirmasi disabilitas, bagi warga masyarakat yang disabilitas untuk bisa masuk ke jalur afirmasi disabilitas harus mempunyai surat keterangan uji psikologi di puskesmas. Hal itu untuk memastikan siswa tersebut dapat mengikuti pendidikan di sekolah reguler.
Baca Juga: Viral! Guru Ini Dapat Hadiah HP dari Murid Saat Wisuda, Alasannya Bikin Terharu
"Itu hanya sekedar untuk mendapatkan informasi bahwa anak-anak yang punya keterbatasan itu nanti kalau mengikuti pendidikan di reguler tidak kesulitan, bisa mengikuti," tuturnya.
"Jadi stilahnya uji psikologinya tidak detail hanya untuk memastikan dan mereka bisa mengajukan surat disabilitas it. Kalau memang ada surat keterangan bahwa anak tersebut termasuk penyandang disabilitas," sambungnya.
Dalam mengakses surat keterangan uji psikologi di puskesmas itu, Ery memastikan masyarakat tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Hal itu untuk lebih memudahkan para peserta didik melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
"Ini kita berikan fasilitas bagaimana bisa mengakses, kemudian terkait dengan uji psikologi di puskesmas, kami sudah mengajukan nota dinas ke Bupati bahwa mereka tidak akan dipungut biaya untuk mengikuti uji itu," tandasnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman segera membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Ada tiga jalur untuk PPDB SD dan empat jalur bagi SMP.
Baca Juga: Korban Mafia TKD Didata, Pemda DIY Berikan Opsi Sewa
Untuk pembagian jalur PPDB SD yakni zonasi, afirmasi dan perpindahan tugas orang tua. Sedangkan untuk SMP ditambah satu lagi yakni jalur prestasi.
- 1
- 2
Berita Terkait
-
Tersisa 5 Pekan, Berikut Daftar Tim BRI Liga 1 2024/2025 yang Terancam Degradasi
-
Hasil BRI Liga 1: Momen Pulang ke Rumah, PSS Sleman Malah Dihajar Dewa United
-
BRI Liga 1: Hadapi Dewa United FC, PSS Sleman Bawa Misi Selamatkan Diri
-
Hasil BRI Liga 1: Dipecundangi PSBS Biak, PSS Sleman Terbenam di Dasar Klasemen
-
Pertamina Hulu Energi Mewujudkan Asa dan Mimpi Sahabat Istimewa
Terpopuler
- Alumni UGM Speak Up, Mudah Bagi Kampus Buktikan Keaslian Ijazah Jokowi: Ada Surat Khusus
- 7 Produk Skincare Pemutih Wajah Recommended Bersertifikat BPOM
- HP Murah Itel A90 Lolos Sertifikasi di Indonesia: Usung RAM 12 GB, Desain Mirip iPhone
- 3 Klub Diprediksi Jadi Labuhan Baru Stefano Cugurra di BRI Liga 1 Musim Depan
- Akal Bulus Demi Raih Piala Asia U-17 2025: Arab Saudi Main dengan '12 Pemain'?
Pilihan
-
Cerita Pria 57 Tahun di Mataram Akhirnya Dapat SK PPPK Tapi Setahun Lagi Pensiun
-
Rafael Struick Ditendang vs Adelaide United, Brisbane Roar Kini Diamuk Netizen Indonesia
-
Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI
-
6 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan Lancar Main FF, Terbaik April 2025
-
Polres Sukoharjo Ungkap Kasus Peredaran Narkoba, Dua Residivis Kembali Diamankan
Terkini
-
Rentetan Maut di Kos Jogja Kembali Terjadi! Dosen Jadi Korban, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Polisi Selidiki Kematian Pria di Indekost Sleman, Dugaan Penyebabnya Masih Didalami
-
Resmi Berdiri, XLSMART Jadi Kekuatan Baru Masa Depan Digital Indonesia
-
Dosen Asal Semarang Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Sleman, Ini Kata Polisi
-
Komitmen BRI Holding Mikro Untuk Kesejahteraan Gender, 14,4 Juta Pengusaha Dapat Dukungan