SuaraJogja.id - Lagu-lagu anak, termasuk lagu-lagu tradisional dolanan anak dari Yogyakarta semakin tak terdengar gaungnya. Bahkan kemunculan lagu-lagu anak sudah berhenti pada era tahun 90-an. Akibatnya anak-anak sekarang lebih mengenal lagu-lagu dewasa alih-alih lagu-lagu anak, terutama lagu-lagu berbahasa Jawa atau daerah lainnya.
Padahal Yogyakarta tak kurang memiliki komposer-komposer atau musisi yang handal. Mereka banyak yang menghasilkan karya-karya musik luar biasa dan melegenda.
"Dulu eros [Sheila on 7] membuat lagu anak tapi bahasa indonesia. Sekarang ini tidak ada yang menciptakan lagu-lagu anak," papar Program Director Sanggar Seni Kinanti Sekar, Bagas Arga Santosa disela kesiapan pertunjukan orkestra anak bertajuk "Kumandang Kidung Bocah" di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (19/7/2024).
Menurut Bagas, perlu adanya gebrakan dari berbagai stakeholder di Yogyakarta untuk menciptakan kembali lagu-lagu anak berbahasa Jawa. Sehingga lagu-lagu anak tak semakin tergusur.
Baca Juga: Begini Progres Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo-Junction Sleman
"Perlu local pride untuk menghasilkan lagu-lagu anak tapi harus kerjasama dengan stakeholder untuk mengumandangkan musik untuk anak-anak," tandasnya.
Sementara komposer sekaligus konduktor orkestra Kidung Kumandang Bocah, Guntur Nur Puspito menyatakan, membuat lagu anak bukan hal yang mudah. Meski banyak komposer handal di Yogyakarta, tidak semuanya bisa membuat lagu-lagu anak, termasuk lagu-lagu anak daerah.
"Lagu anak itu idiomnya beda. Karakter penggarapannya pun khusus anak, beda dengan lagu dewasa. Notasi yang keluar apakah sesuai dengan atmosfir anak-anak," ujarnya.
Meski tak mudah, lanjut Guntur, bukan berarti tak bisa. Banyak komposer Yogyakarta yang sebenarnya memiliki kompetensi menciptakan lagu anak. Namun sayangnya mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk berkarya.
Namun peran serta pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Komposer-komposer bisa saja dikumpulkan untuk bersama-sama menciptakan lagu-lagu anak yang berkualitas.
"Di jogja banyak arranger bagus tapi tidak dapat kesempatan. Diharapkan ada kesempatan [bagi komposer] untuk bisa menghasilkan lagu-lagu anak," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Tahu Denny Chasmala Cuma Dapat Royalti Rp5,2 Juta, AKSI Langsung Bereaksi
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik