SuaraJogja.id - Satpol PP Kota Yogyakarta menertibkan 32 Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro. Penertiban dilakukan karena PKL nekat berjualan di kawasan selasar Malioboro.
"[32 PKL] sudah kami tertibkan, ditegakkan sesuai ketentuan yang berlaku," papar Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Yogyakarta, Dodi Kurnianto dalam keterangannya kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (22/7/2024).
Menurut Dodi, Satpol PP melakukan tindakan yustisi pada para PKL yang melanggar aturan berjualan di selasar Malioboro. Para PKL akan dikenakan pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Barang dagangannya pun diamankan petugas.
Penindakan yustisi tersebut sesuai dengan Perda Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima dan Perda 7 Tahun 2006 tentang Perubahan Ketentuan Pidana Dalam Peraturan Daerah Perda Kota Yogyakarta. Sesuai aturan, pelanggar diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp20 juta.
"Nanti usai sidang tipiring selesai, barang dagangan akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya," jelasnya.
Dodi menambahkan, selain PKL, selama seminggu ini Satpol PP juga menertibkan otoped atau kendaraan listrik yang masih beroperasi di kawasan Malioboro. Hingga saat ini sudah ada 14 otoped dan dua motor listrik yang diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Jogja selama tiga hari.
Penertiban dilakukan karena selama ini Satpol PP sudah melakukan upaya preemtif dan teguran lisan kepada PKL maupun pemilik kendaraan listrik. Namun mereka masih saja berkeliaran dan kucing-kucingan.
"Mereka beroperasi di luar jam patroli Satpol PP. Ada juga yang mengaku tak tahu adanya larangan beroperasi di kawasan Malioboro. Tidak tahu, tapi kok setiap hari [beroperasi]. Mereka seperti kucing-kucingan dengan petugas, memanfaatkan setiap kesempatan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Tak Merasa Dilibatkan Sultan dalam Proses Relokasi, Pedagang Teras Malioboro 2 Unjuk Rasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM