SuaraJogja.id - Pantai Sanglen yang berada di Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul ditutup. Akses masuk ke Pantai Sanglen ditutup dengan menggunakan beberapa seng yang dirangkai. Di bagian luar seng tersebut ada spanduk penutupan pantai Sanglen.
"DILARANG MEMASUKI KAWASAN PANTAI SANGLEN TANPA SEIZIN KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT" demikian tulisan yang ada dalam spanduk warna hijau tua lengkap dengan lambang Kraton Yogyakarta.
Informasi penutupan pantai Sanglen tersebut viral di media sosial usai diunggah akun tiktok @info wisata pantai Gunungkidul. Dalam unggahannya juga disertai narasi ditutup sejak Kamis (25/7/2024).
Ketika dikonfirmasi, Carik Kemadang Suminto membenarkan adanya penutupan pantai Sanglen tersebut. Namun yang melakukan penutupan bukan warga melainkan pemilik tanah dalam hal ini pihak Keraton Yogyakarta.
Baca Juga: PDIP Intens Dekati Golkar hingga PKB Jelang Pilkada Gunungkidul, Sunaryanta Tanggapi Santai
"Terkait penutupan obyek sanglen , dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta dengan alasan," ujar Minto, Sabtu (27/7/2024).
Menurutnya penutupan tersebut dilakukan pihak keraton karena saat ini terindikasi terjadi pemanfaatan dan terjadi pembangunan secara liar alias tidak mengantongi ijin dari pihak Keraton. langkah penutupan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan.
Minto menambahkan, sesuai dengan Palilah (ijin) dari Keraton Yogyakarta, di Pantai Sanglen akan dibangun Obelix Beach. Pembangunan Obelix Beach tersebut bakal.melibatkan masyarakat Kemadang sesuai dengan MOU atau kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak.
"MOU itu difasilitasi oleh Keraton Yogyakarta," tambahnya.
Dia mengakui jika di tempat tersebut bakal dibangun resort Obelix Beach dan warga sudah menandatangani berita acara dukungan pembangunan Obelix Beach tersebut. Penandatanganan MOU sendiri sudah terjadi sekitar 1 atau 2 tahun lalu.
Baca Juga: Mobil Pelat Merah Sarat Penumpang Terguling Dua Kali Usai Gagal Dahului Truk di Jalan Wonosari
Menurut informasi yang dia terima, penutupan tersebut dilakukan karena ada warga yang bukan berasal dari Kalurahan Kemadang mendirikan bangunan tanpa ijin kepada pemerintah Kalurahan Kemadang maupun Kraton Yogyakarta
Terkait sultan Ground (SG) lanjut dia, pemegang aspek legal tanah dan pemanfaatan sepenuhnya oleh dan direncanakan obyek tersebut menjadi percontohan tata kelola SG dari kraton dengan melibatkan masyarakat setempat dan telah dituangkan dalam MOU.
SekretarisnDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Ashar Janjang Riyanti mengaku belum mengetahui adanya investor di kawasan Pantai Sanglen. Dirinya memang belum lama berdinas di DPMPTSP sehingga belum mengetahui secara pasti daerah mana yang sudah dikuasai investor.
"Saya belum tahu informasinya, " jawab Ashar melalui saluran media sosial.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Pantai Anyer dan Carita Dipenuhi Pengunjung, Intip 5 Rekomendasi Pantai Indah Lainnya di Banten
-
Viral! Kawasan Wisata Pantai Anyer Penuh Manusia, Niat Healing Malah Pusing
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
-
Bali Saat Lebaran: Panduan Lengkap + 15 Destinasi Wisata yang Bikin Liburanmu Tak Terlupakan!
-
Theme Park Pertama di Lampung Selatan dengan Sensasi Wisata Pantai, Siap Buka Jelang Lebaran
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan