SuaraJogja.id - Muhammadiyah lekat dengan nama Kyai Ahmad Dahlan. Padahal selain pendiri salah satu organisasi masyarakat (ormas) tertua di Indonesia tersebut, ada sosok-sosok lain yang tak kalah perannya dalam pergerakan Muhammadiyah.
Sebut saja Haji Fachrodin, yang merupakan salah satu jurnalis pertama yang lahir dari Muhammadiyah. Lahir pada 1890 dengan nama Muhammad Jazuli, Haji Fachrodin yang merupakan putera abdi dalem Keraton Yogyakarta, Haji Hasyim dari Kauman bahkan merintis penerbitan surat kabar Soewara Moehammadiyah pertama kali pada 1915.
"Ini menandakan tradisi literasi yang kuat di muhammadiyah sejak awal berdirinya," ujar Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah, Muchlas MT disela Bedah Buku "Haji Fachrodin" dikutip Selasa (13/8/2024).
Menurut Muchlas, semangat literasi di Muhammadiyah telah mengalami tantangan berupa disrupsi teknologi saat ini. Meski demikian tradisi membaca, menulis, dan dokumentasi yang telah berlangsung ratusan tahun ini ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya tokoh-tokoh besar di baliknya seperti halnya Haji Fachrodin.
Baca Juga: Belajar dari Gempa 2006, Keraton Yogyakarta Matangkan Mitigasi Bencana Libatkan Abdi Dalem
Kiprah Haji Fachrodin tak berhenti di Muhammadiyah. Mengikuti gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan kolonial Belanda, beliau bahkan dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.
Untuk mengabadikan kiprah dan perjuangan, MPI Muhammadiyah menggagas penyusunan buku biografi Haji Fachrodin. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penggerak literasi, jurnalistik, serta aktivis-aktivis lainnya.
"Inspirasi dari Haji Fachrodin diharapkan dapat menumbuhkan semangat dalam diri setiap pembaca, yang kemudian diterjemahkan menjadi aksi-aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari," sebutnya.
Sementara penulis buku "Haji Fachrodin", Roni Tabroni mengungkapkan meskipun lahir dari keluarga yang dekat dengan keraton, jiwa antifeodalnya sudah tumbuh sejak dini membuat Fachrodin memilih jalan hidup yang mandiri, belajar secara otodidak. Dia bahkan mengabdikan seluruh hidupnya untuk dakwah dan perjuangan.
"Pengorbanannya menjadi teladan bagi banyak orang, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari kekayaan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi kita untuk masyarakat," ungkap dia.
Baca Juga: Terima Konsesi Tambang, Begini Respon Cucu Pendiri Muhammadiyah
Melalui kisah hidup Haji Fachrodin, lanjutnya kita diingatkan setiap tulisan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Bahkan setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan.
Berita Terkait
-
Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah
-
Kronologi Pemerkosaan Jurnalis Juwita Sebelum Dibunuh, Terduga Pelaku Anggota TNI AL
-
Daihatsu Xenia Jadi Barang Bukti Pembunuhan Wartawan di Banjarbaru
-
Adab Sambut Salat Idul Fitri, Berhias hingga Pakai Wangi-wangian
-
Teror terhadap Media: Alarm Keras bagi Kebebasan Pers di Indonesia
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi